371 kali dibaca
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.
SUMBAWA – Kedamaian Desa Sebasang Ketanga, Kabupaten Sumbawa, mendadak mencekam pada Selasa (03/02/2026) pagi. Seorang warga berinisial AS (56) tewas mengenaskan setelah menjadi korban pembunuhan sadis yang dilakukan oleh tetangganya sendiri, A alias Adi.
Peristiwa memilukan tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WITA di depan Kios Airin, tepat di hadapan SDN 2 Sebasang Ketanga. Korban yang berprofesi sebagai sopir meninggal dunia di lokasi akibat luka tebasan parang yang menyebabkan pendarahan hebat di bagian kepala.
Kapolres Sumbawa, AKBP Marieta Dwi Ardhini, SH., SIK., melalui Kasi Humas IPDA Muliawansyah, menjelaskan bahwa tindakan keji pelaku didasari oleh dendam lama yang dipendam.
Pelaku mengaku emosi karena adiknya sering menjadi sasaran pelecehan oleh korban.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
🔗 Baca juga: Gubernur Targetkan Jalan Lenangguar–Lunyuk Tuntas Akhir Mei, Fokus Mitigasi Longsor
“Korban diduga sering mengintip adik pelaku saat mandi dan memperlihatkan kemaluannya. Hal inilah yang memicu sakit hati mendalam hingga pelaku melakukan penganiayaan berat menggunakan senjata tajam,” ungkap Muliawansyah.
Fakta miris terungkap bahwa pembunuhan ini terjadi tepat sebelum proses mediasi dilakukan. Sedianya, kedua belah pihak dijadwalkan bertemu di kantor Desa Sebasang pagi itu untuk menyelesaikan konflik secara kekeluargaan. Namun, sebelum meja perundingan sempat diduduki, pelaku sudah lebih dulu menyerang korban.
Pihak kepolisian menyayangkan kurangnya koordinasi dari pemerintah desa dalam menangani konflik sensitif ini.
Pelaku A kini telah diamankan di Mapolres Sumbawa untuk menjalani pemeriksaan intensif. Polisi juga tengah mengumpulkan keterangan dari para saksi serta menunggu hasil autopsi jenazah korban guna melengkapi berkas perkara.
🔗 Baca juga: Jadi Tersangka Pelecehan Seksual, Pimpinan Ponpes di Lombok Timur Tipu Korban dengan alasan Pembersihan Rahim
untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian. Tragedi ini menjadi peringatan keras bahwa setiap konflik sosial yang serius harus segera dilaporkan kepada pihak berwajib guna mencegah jatuhnya korban jiwa.




























