Gema Protes dari Blok D: Investigasi Dampak Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan PT Autore, Perusahaan Mutiara Terbesar di Lombok

Tuesday, 16 December 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

5,261 kali dibaca

⚠️ PERINGATAN ⚠️
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.

Kehadiran PT Autore di Blok D, yang bergerak di bidang tambak mutiara, telah memicu gelombang protes dan ketegangan sosial yang mendalam dari masyarakat, nelayan, dan pelaku wisata setempat. Berdasarkan investigasi lapangan dan kesaksian dari berbagai sumber, termasuk beberapa Kepala Dusun, aktivitas perusahaan dinilai lebih banyak membawa kerugian daripada manfaat, menceritakan kisah tentang suara yang terabaikan di tengah klaim pembangunan.

Konflik Sosial dan Keresahan Warga

Ketegangan sosial di Blok D telah mencapai titik didih. Warga secara konsisten menuding PT Autore sebagai perusahaan yang “tidak ramah” dan membatasi ruang gerak masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sebelum ini kami itu sangat di batasi untuk beraktifitas di area itu, sekarang saja kalau mau mencari ikan di area tersebut harus minta izin dulu,” keluh seorang nelayan.

Pembatasan akses ini disebut sebagai pemicu utama pergesekan yang berakhir pada konflik. Puncak dari kekecewaan masyarakat adalah kejadian yang terjadi di lingkungan perusahaan, sebuah wujud persetujuan keras yang dipicu oleh janji-janji, termasuk bantuan pembangunan Masjid, yang disebut tidak pernah terealisasi.

Kontribusi Minim dan Kepercayaan yang Runtuh

Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) PT Autore juga dikritik tajam karena minimnya kontribusi nyata. Seorang Kepala Dusun menyoroti kondisi infrastruktur.

“Bisa di lihat saja di desa Sekaroh ada Perusahaan Tambak mutiara yang tergolong besar namun ada beberapa akses menuju pantai terdapat jalan yang sudah sangat rusak,” ujarnya, mengindikasikan bahwa dampak positif perusahaan terhadap sosial dan infrastruktur hampir tidak terasa.

🔗 Baca juga: Guru Berkarakter Jadi Kunci Pendidikan NTB Masa Depan

Krisis kepercayaan terhadap pemerintah pun muncul. Seorang Kepala Dusun mengaku bingung mengapa pemerintah seolah-olah “lebih perduli terhadap PT Autore” daripada keresahan masyarakat terkait lokasi yang memiliki potensi tinggi di bidang pariwisata namun justru dijadikan tambak mutiara. Dugaan ketidakabsahan izin PT Autore semakin memperkeruh situasi.

Jurang Klaim dan Realita Ekonomi

PT Autore mengklaim merekrut mayoritas pekerja dari masyarakat sekitar. Namun, klaim ini dibantah keras oleh realita lapangan.

“Justru sebenarnya sebagian besar di dalam itu berasal dari luar,” tegas seorang warga yang berprofesi ganda sebagai nelayan dan pemandu wisata. Bahkan, ada satu dusun yang mengaku sama sekali tidak memiliki perwakilan pekerja.

Warga lokal yang sempat bekerja pun memilih keluar, karena pendapatan dari perusahaan dinilai tidak mampu dibandingkan hasil dari melaut atau mengemudi wisata.

Penurunan Pendapatan Nelayan dan Pariwisata

Dampak ekonomi yang paling signifikan adalah pendapatan nelayan dan pelaku wisata. Pada sektor perikanan nelayan merasa Pembatasan wilayah penangkapan ikan merugikan mereka dan meminta pengosongan Blok D sebagai ruang publik.

Pada bidang pariwisata terganggunya tempat wisata oleh peralatan tambak, berdampak pada menurunnya kunjungan wisatawan.
Para pelaku wisata meminta Blok D dimaksimalkan sesuai potensi aslinya yaitu Pariwisata.

Seorang warga mengakui, “Secara pendapatan memang kami mengalami penurunan, karena terbatasnya area untuk menangkap ikan”.

🔗 Baca juga: Komdigi Batasi Medsos Usia 16 Tahun, NTB Dukung Perlindungan Anak

Hubungan perusahaan dan nelayan sempat memanas ketika jaring nelayan terangkut di peralatan tambak. Jaring yang bernilai besar tersebut tidak dikembalikan, meskipun nelayan bersedia membayar denda, menambah daftar panjang kontribusi negatif perusahaan terhadap perekonomian warga.

“Sebenarnya ada kekhawatiran kami terkait ketidak mau dan lagi para wisatawan untuk datang ke sini… yang mereka lihat hanya Pasir dan laut yang di penuhi oleh perlatan tambak mutiara,” ungkap seorang pemandu wisata, menggambarkan ancaman terhadap citra pariwisata Blok D.

Ancaman di Bawah Laut: Kerusakan Lingkungan

Selain dampak sosial dan ekonomi, penyelidikan juga mengungkap potensi kerusakan lingkungan yang fatal, khususnya pada ekosistem bawah laut. Terumbu karang, yang merupakan rumah bagi berbagai biota laut, terancam oleh peralatan tambak.

“Jadi itu ketika angin dan ombak besar kan dibawah itu ada tali buat tambak mutiara, otomatis akan bergerak bergesekan dengan terumbu karang itu lah yang nanti perlahan akan merusak terumbu karang,” jelas salah satu narasumber.

Secara keseluruhan, temuan investigasi ini menyimpulkan bahwa aktivitas PT Autore di Blok D telah menimbulkan dampak negatif yang signifikan bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang bergantung pada mata pencaharian sebagai nelayan dan pemandu wisata, seraya mengancam potensi wisata alam dan ekosistem laut yang seharusnya menjadi aset utama kawasan tersebut.

Berita Terkait

Guru Berkarakter Jadi Kunci Pendidikan NTB Masa Depan
Komdigi Batasi Medsos Usia 16 Tahun, NTB Dukung Perlindungan Anak
Pertamina Patra Niaga Resmi Tutup Satgas Ramadan dan Idul Fitri 2026, Layani Jutaan Pemudik NTB dengan Kesiapan Energi dan Berbagai Fasilitas Tambahan
Pertamina Patra Niaga Siaga Long Weekend Jelang Perayaan Paskah, Tambah 73.620 Tabung LPG 3 Kg di NTB
Gugatan Prof Hamsu Kandas, PTUN Nyatakan Keputusan Rektor Unram Sah
Manajemen RSUD Provinsi NTB Berikan Klarifikasi Resmi Terkait Realisasi Anggaran Gaji ASN
Rektor UNRAM Prof. Sukardi Resmi dilantik
Terpilih Aklamasi! Lalu Renggi Hasbana Putra Terpilih Pimpin KNPI Kota Mataram, Rifal Noki Alvian Jabat Sekretari

Berita Terkait

Thursday, 7 May 2026 - 15:20 WITA

Guru Berkarakter Jadi Kunci Pendidikan NTB Masa Depan

Monday, 6 April 2026 - 09:56 WITA

Pertamina Patra Niaga Resmi Tutup Satgas Ramadan dan Idul Fitri 2026, Layani Jutaan Pemudik NTB dengan Kesiapan Energi dan Berbagai Fasilitas Tambahan

Friday, 3 April 2026 - 19:31 WITA

Pertamina Patra Niaga Siaga Long Weekend Jelang Perayaan Paskah, Tambah 73.620 Tabung LPG 3 Kg di NTB

Saturday, 28 March 2026 - 18:27 WITA

Gugatan Prof Hamsu Kandas, PTUN Nyatakan Keputusan Rektor Unram Sah

Thursday, 19 March 2026 - 17:59 WITA

Manajemen RSUD Provinsi NTB Berikan Klarifikasi Resmi Terkait Realisasi Anggaran Gaji ASN

Berita Terbaru

Foto : kominfo NTB

Kesehatan

Gubernur Dorong Transformasi RSUP NTB Menuju Pelayanan Modern

Sunday, 17 May 2026 - 12:27 WITA

Kesehatan

Pemprov NTB Komitmen Dukung Keberlanjutan Program JKN

Monday, 11 May 2026 - 15:13 WITA

Mataram

Guru Berkarakter Jadi Kunci Pendidikan NTB Masa Depan

Thursday, 7 May 2026 - 15:20 WITA