Parado “Benteng Terakhir” Bima: Aktivis Tegas Tolak Masuknya Tambang Emas

Tuesday, 3 February 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

963 kali dibaca

⚠️ PERINGATAN ⚠️
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.

BIMA – Rencana masuknya perusahaan tambang emas di wilayah Kecamatan Parado, Kabupaten Bima, memicu gelombang penolakan keras dari elemen masyarakat. Aliansi Pemuda Bima Tolak Tambang menyatakan sikap bahwa kehadiran industri ekstraktif tersebut hanya akan membawa bencana ekologis bagi masyarakat setempat.

Aktivis Aliansi Pemuda Bima, Kang Rum, menegaskan bahwa proyeksi pertambangan di Parado merupakan ancaman serius. Menurutnya, keuntungan besar hanya akan dinikmati oleh pihak korporasi, sementara warga lokal hanya akan mewarisi kerusakan lingkungan yang permanen.

Kekhawatiran utama para aktivis terletak pada fungsi strategis geografis Parado. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu kawasan hutan lindung yang masih terjaga di Kabupaten Bima.
​”Parado adalah hutan terakhir bagi Bima. Jika wilayah ini dibuka untuk pertambangan, maka keseimbangan alam akan hancur,” ujar Kang Rum dalam keterangannya.

ADVERTISEMENT

🔗 Baca juga: Putri Victoria Kagumi Karya Perajin Perempuan NTB di Bale Kita

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan bahwa dampak kerusakan di hulu Parado akan dirasakan langsung oleh wilayah-wilayah di bawahnya. Potensi banjir bandang disebut akan mengancam pemukiman warga, termasuk pusat pemerintahan di Kecamatan Woha.

Secara geografis, posisi Parado memang berdekatan dengan wilayah Hu’u, Kabupaten Dompu, yang saat ini menjadi lokasi eksplorasi tambang skala besar. Hal ini memicu kekhawatiran adanya perluasan konsesi yang merambah hingga ke jantung hutan Bima.
​Masyarakat dan aktivis berharap Pemerintah Kabupaten Bima bersikap tegas untuk tidak memberikan izin atau ruang bagi perusahaan tambang di wilayah tersebut demi keselamatan ekologi jangka panjang.

🔗 Baca juga: Putri Mahkota Victoria Tiba di Lombok, Disambut Tenun Sasak dan Minuman Rempah

Berita Terkait

Putri Victoria Kagumi Karya Perajin Perempuan NTB di Bale Kita
Putri Mahkota Victoria Tiba di Lombok, Disambut Tenun Sasak dan Minuman Rempah
Demi Bebas Banjir, PMII Bima Dukung Penuh Percepatan Pembangunan Kolam Retensi Amahami
BBWS Nusa Tenggara I Mataram Salurkan 10.000 Liter Air Bersih Tangani Bencana Kekeringan di Kota Bima
Musda HKTI: Gubernur Miq Iqbal Tawarkan Model Pertanian ala FELDA Malaysia
Antisipasi Dampak Kekeringan, BBWS Nusa Tenggara I Salurkan 5.000 Liter Air Bersih di Lombok Barat
Gubernur NTB Luncurkan Reformasi Pendidikan, Perkuat Mutu Sekolah hingga Ketahanan Pangan
Nama Tercantum di Manifes Umrah AKBP Didik, Kasi Humas Polres Bima Kota Buka Suara: “Saya Diajak, Tapi Batal Berangkat

Berita Terkait

Saturday, 5 September 2026 - 17:51 WITA

Putri Victoria Kagumi Karya Perajin Perempuan NTB di Bale Kita

Saturday, 5 September 2026 - 16:21 WITA

Putri Mahkota Victoria Tiba di Lombok, Disambut Tenun Sasak dan Minuman Rempah

Saturday, 5 September 2026 - 11:11 WITA

Demi Bebas Banjir, PMII Bima Dukung Penuh Percepatan Pembangunan Kolam Retensi Amahami

Monday, 3 August 2026 - 18:06 WITA

BBWS Nusa Tenggara I Mataram Salurkan 10.000 Liter Air Bersih Tangani Bencana Kekeringan di Kota Bima

Sunday, 2 August 2026 - 20:44 WITA

Musda HKTI: Gubernur Miq Iqbal Tawarkan Model Pertanian ala FELDA Malaysia

Berita Terbaru

Daerah

Gubernur Iqbal: Bawa Syiar Al-Qur’an, Jaga Marwah NTB

Thursday, 10 Sep 2026 - 12:24 WITA