Parado “Benteng Terakhir” Bima: Aktivis Tegas Tolak Masuknya Tambang Emas

Tuesday, 3 February 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

810 kali dibaca

⚠️ PERINGATAN ⚠️
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.

BIMA – Rencana masuknya perusahaan tambang emas di wilayah Kecamatan Parado, Kabupaten Bima, memicu gelombang penolakan keras dari elemen masyarakat. Aliansi Pemuda Bima Tolak Tambang menyatakan sikap bahwa kehadiran industri ekstraktif tersebut hanya akan membawa bencana ekologis bagi masyarakat setempat.

Aktivis Aliansi Pemuda Bima, Kang Rum, menegaskan bahwa proyeksi pertambangan di Parado merupakan ancaman serius. Menurutnya, keuntungan besar hanya akan dinikmati oleh pihak korporasi, sementara warga lokal hanya akan mewarisi kerusakan lingkungan yang permanen.

Kekhawatiran utama para aktivis terletak pada fungsi strategis geografis Parado. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu kawasan hutan lindung yang masih terjaga di Kabupaten Bima.
​”Parado adalah hutan terakhir bagi Bima. Jika wilayah ini dibuka untuk pertambangan, maka keseimbangan alam akan hancur,” ujar Kang Rum dalam keterangannya.

Ia menambahkan bahwa dampak kerusakan di hulu Parado akan dirasakan langsung oleh wilayah-wilayah di bawahnya. Potensi banjir bandang disebut akan mengancam pemukiman warga, termasuk pusat pemerintahan di Kecamatan Woha.

Secara geografis, posisi Parado memang berdekatan dengan wilayah Hu’u, Kabupaten Dompu, yang saat ini menjadi lokasi eksplorasi tambang skala besar. Hal ini memicu kekhawatiran adanya perluasan konsesi yang merambah hingga ke jantung hutan Bima.
​Masyarakat dan aktivis berharap Pemerintah Kabupaten Bima bersikap tegas untuk tidak memberikan izin atau ruang bagi perusahaan tambang di wilayah tersebut demi keselamatan ekologi jangka panjang.

🔗 Baca juga: Nama Tercantum di Manifes Umrah AKBP Didik, Kasi Humas Polres Bima Kota Buka Suara: "Saya Diajak, Tapi Batal Berangkat

Berita Terkait

Gubernur NTB Luncurkan Reformasi Pendidikan, Perkuat Mutu Sekolah hingga Ketahanan Pangan
Nama Tercantum di Manifes Umrah AKBP Didik, Kasi Humas Polres Bima Kota Buka Suara: “Saya Diajak, Tapi Batal Berangkat
Menko AHY: Swasembada Pangan Dimulai dari Air, dan Air Dimulai dari Bendungan yang Terhubung dengan Irigasi
Atasi Banjir Kiriman, Wali Kota Bima Sinergikan Rehabilitasi Hulu dengan Kementerian LH
Jangan Jadi Fitnah,” Wali Kota Bima Tegaskan Tak Ada Ipar ASN, Istri Sudah Mengabdi 33 Tahun
Mata Rantai Terbongkar! Terduga Pengirim Sabu Talabiu Diamankan Polda NTB, AKP Dediansyah: Tak Ada Kompromi, kami akan kejar !
UPT Pengolahan Sampah DLH Kota Bima Laksanakan Pelapisan Tanah di Area Landfill TPA
Wagub NTB Pastikan Masukan DPRD Jadi Dasar Pembenahan Tata Kelola APBD

Berita Terkait

Wednesday, 15 July 2026 - 17:07 WITA

Gubernur NTB Luncurkan Reformasi Pendidikan, Perkuat Mutu Sekolah hingga Ketahanan Pangan

Friday, 10 July 2026 - 18:55 WITA

Nama Tercantum di Manifes Umrah AKBP Didik, Kasi Humas Polres Bima Kota Buka Suara: “Saya Diajak, Tapi Batal Berangkat

Tuesday, 7 July 2026 - 21:22 WITA

Atasi Banjir Kiriman, Wali Kota Bima Sinergikan Rehabilitasi Hulu dengan Kementerian LH

Sunday, 5 July 2026 - 08:46 WITA

Jangan Jadi Fitnah,” Wali Kota Bima Tegaskan Tak Ada Ipar ASN, Istri Sudah Mengabdi 33 Tahun

Saturday, 27 June 2026 - 18:28 WITA

Mata Rantai Terbongkar! Terduga Pengirim Sabu Talabiu Diamankan Polda NTB, AKP Dediansyah: Tak Ada Kompromi, kami akan kejar !

Berita Terbaru