Kesal Tak Kunjung Diperbaiki Gubernur Iqbal, Warga Soromandi Gotong Royong Tambal Jalan Provinsi

Tuesday, 17 February 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

warga turun ke jalan melakukan aksi gotong royong massal untuk memperbaiki kerusakan jalan provinsi

warga turun ke jalan melakukan aksi gotong royong massal untuk memperbaiki kerusakan jalan provinsi

637 kali dibaca

⚠️ PERINGATAN ⚠️
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.

BIMA – Kecewa dengan lambannya respons pemerintah provinsi, ratusan warga Kecamatan Soromandi akhirnya mengambil langkah mandiri. Pada Selasa (17/2/2026), warga turun ke jalan melakukan aksi gotong royong massal untuk memperbaiki kerusakan jalan provinsi yang kian memprihatinkan.

Aksi ini dipicu oleh rasa frustrasi masyarakat terhadap kepemimpinan Gubernur Iqbal yang dinilai kurang memberikan kepastian terkait perbaikan infrastruktur di wilayah tersebut. Padahal, akses jalan ini merupakan urat nadi perekonomian dan jalur utama transportasi bagi warga Soromandi dan sekitarnya.

Tanpa menunggu bantuan dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi, warga secara swadaya mengumpulkan donasi berupa uang, material semen, hingga pasir. Menggunakan alat seadanya, mereka menambal lubang-lubang menganga yang selama ini kerap memakan korban jiwa dan menyebabkan kerusakan kendaraan.

“Kami tidak bisa terus-menerus menunggu janji yang tidak pasti. Kalau harus menunggu Pak Gubernur Iqbal, entah kapan jalan ini mulus. Sementara setiap hari warga kami bertaruh nyawa di sini,” ujar salah satu tokoh masyarakat di lokasi.

Kondisi jalan yang rusak parah ini sebenarnya sudah lama dikeluhkan. Warga merasa wilayah mereka dianaktirikan dalam pemerataan pembangunan infrastruktur di Nusa Tenggara Barat.
Aksi gotong royong ini bukan sekadar upaya fisik memperbaiki jalan, melainkan bentuk protes keras secara simbolis kepada Pemerintah Provinsi.

Warga ingin menunjukkan bahwa di tengah absennya negara, rakyat terpaksa harus mengandalkan kekuatan sendiri.

🔗 Baca juga: Membaca Postur APBD NTB 2027: Optimisme Fiskal di Tengah Tantangan Kemandirian Daerah

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kantor Gubernur maupun Dinas terkait mengenai desakan warga Soromandi ini. Namun, warga menegaskan akan terus melakukan aksi serupa jika akses jalan mereka tetap diabaikan dalam anggaran tahun ini.

Berita Terkait

Gubernur NTB Luncurkan Reformasi Pendidikan, Perkuat Mutu Sekolah hingga Ketahanan Pangan
Membaca Postur APBD NTB 2027: Optimisme Fiskal di Tengah Tantangan Kemandirian Daerah
Di Momentum Usia ke-54 Gubernur Iqbal, Presiden Prabowo Titip Lima Pesan untuk NTB
Nama Tercantum di Manifes Umrah AKBP Didik, Kasi Humas Polres Bima Kota Buka Suara: “Saya Diajak, Tapi Batal Berangkat
Menko AHY: Swasembada Pangan Dimulai dari Air, dan Air Dimulai dari Bendungan yang Terhubung dengan Irigasi
Resmi Dilantik, Ketua BEM UNRAM Mavi Adiek Garlosa Kecam Keterlibatan TNI dalam Penanganan Hukum Sipil
Atasi Banjir Kiriman, Wali Kota Bima Sinergikan Rehabilitasi Hulu dengan Kementerian LH
Menteri dan Gubernur Sepakat Percepat Penyelamatan Lingkungan NTB

Berita Terkait

Wednesday, 15 July 2026 - 17:07 WITA

Gubernur NTB Luncurkan Reformasi Pendidikan, Perkuat Mutu Sekolah hingga Ketahanan Pangan

Wednesday, 15 July 2026 - 14:58 WITA

Membaca Postur APBD NTB 2027: Optimisme Fiskal di Tengah Tantangan Kemandirian Daerah

Saturday, 11 July 2026 - 10:26 WITA

Di Momentum Usia ke-54 Gubernur Iqbal, Presiden Prabowo Titip Lima Pesan untuk NTB

Friday, 10 July 2026 - 18:55 WITA

Nama Tercantum di Manifes Umrah AKBP Didik, Kasi Humas Polres Bima Kota Buka Suara: “Saya Diajak, Tapi Batal Berangkat

Thursday, 9 July 2026 - 19:52 WITA

Resmi Dilantik, Ketua BEM UNRAM Mavi Adiek Garlosa Kecam Keterlibatan TNI dalam Penanganan Hukum Sipil

Berita Terbaru