637 kali dibaca
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.
BIMA – Kecewa dengan lambannya respons pemerintah provinsi, ratusan warga Kecamatan Soromandi akhirnya mengambil langkah mandiri. Pada Selasa (17/2/2026), warga turun ke jalan melakukan aksi gotong royong massal untuk memperbaiki kerusakan jalan provinsi yang kian memprihatinkan.
Aksi ini dipicu oleh rasa frustrasi masyarakat terhadap kepemimpinan Gubernur Iqbal yang dinilai kurang memberikan kepastian terkait perbaikan infrastruktur di wilayah tersebut. Padahal, akses jalan ini merupakan urat nadi perekonomian dan jalur utama transportasi bagi warga Soromandi dan sekitarnya.
Tanpa menunggu bantuan dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi, warga secara swadaya mengumpulkan donasi berupa uang, material semen, hingga pasir. Menggunakan alat seadanya, mereka menambal lubang-lubang menganga yang selama ini kerap memakan korban jiwa dan menyebabkan kerusakan kendaraan.
ADVERTISEMENT
🔗 Baca juga: Gubernur NTB Luncurkan Reformasi Pendidikan, Perkuat Mutu Sekolah hingga Ketahanan Pangan
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami tidak bisa terus-menerus menunggu janji yang tidak pasti. Kalau harus menunggu Pak Gubernur Iqbal, entah kapan jalan ini mulus. Sementara setiap hari warga kami bertaruh nyawa di sini,” ujar salah satu tokoh masyarakat di lokasi.
Kondisi jalan yang rusak parah ini sebenarnya sudah lama dikeluhkan. Warga merasa wilayah mereka dianaktirikan dalam pemerataan pembangunan infrastruktur di Nusa Tenggara Barat.
Aksi gotong royong ini bukan sekadar upaya fisik memperbaiki jalan, melainkan bentuk protes keras secara simbolis kepada Pemerintah Provinsi.
Warga ingin menunjukkan bahwa di tengah absennya negara, rakyat terpaksa harus mengandalkan kekuatan sendiri.
🔗 Baca juga: Membaca Postur APBD NTB 2027: Optimisme Fiskal di Tengah Tantangan Kemandirian Daerah
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kantor Gubernur maupun Dinas terkait mengenai desakan warga Soromandi ini. Namun, warga menegaskan akan terus melakukan aksi serupa jika akses jalan mereka tetap diabaikan dalam anggaran tahun ini.





























