5,415 kali dibaca
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.
LOMBOK TIMUR – Jagat media sosial di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dihebohkan dengan beredarnya sebuah video asusila berdurasi 13 menit 17 detik. Video yang menyebar luas melalui platform WhatsApp dan Facebook tersebut diduga melibatkan sepasang mahasiswa yang sedang menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Lombok Timur.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pemeran dalam video tersebut diduga merupakan mahasiswa dari salah satu universitas ternama di Kota Mataram. Aksi tidak terpuji itu disinyalir dilakukan di sebuah rumah pondokan yang menjadi tempat tinggal sementara para mahasiswa selama masa pengabdian masyarakat.
Dugaan keterlibatan mahasiswa KKN ini diperkuat oleh keterangan warga di Kecamatan Lenek. Menurut penuturan seorang warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan, pihak desa telah melakukan penelusuran awal untuk memastikan kebenaran identitas pemeran dalam video tersebut.
ADVERTISEMENT
🔗 Baca juga: Wagub NTB: KK NTB 2026 Bangkitkan UMKM dan Ekonomi Kreatif
SCROLL TO RESUME CONTENT
”Setelah ditelusuri, ditemukan kecocokan identitas dengan mahasiswa yang sedang menjalani KKN di desa ini. Memang benar yang bersangkutan sedang KKN di wilayah Lenek,” ungkapnya pada Senin (9/2/2026).
Selain rekaman video, sejumlah foto tangkapan layar juga turut beredar di kalangan terbatas, yang semakin memperkuat dugaan bahwa kedua sejoli tersebut adalah peserta KKN aktif.
Kasus ini telah memicu kegaduhan di tengah masyarakat setempat. Saat ini, perangkat desa dilaporkan tengah menjalin komunikasi intensif dengan pihak perguruan tinggi terkait untuk menindaklanjuti temuan tersebut.
🔗 Baca juga: Gubernur Dorong Transformasi RSUP NTB Menuju Pelayanan Modern
Langkah koordinasi juga dilakukan dengan pihak berwenang guna meredam situasi dan menentukan sanksi atau tindakan hukum yang diperlukan. Hingga berita ini diturunkan, pihak universitas belum memberikan pernyataan resmi terkait keterlibatan mahasiswanya dalam insiden tersebut.




























