Ketua GPAN Bima, Lalas Kurniawan Desak Polda NTB Tangkap Koko Erwin Atas Keterlibatan Kasat Narkoba dan Dugaan Aliran Dana ke Kapolres Bima Kota

Thursday, 12 February 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

1,073 kali dibaca

⚠️ PERINGATAN ⚠️
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.

Mataram – Kasus dugaan keterlibatan oknum aparat dalam jaringan narkotika di wilayah hukum Bima kini tengah menjadi sorotan tajam publik, menyusul ditetapkannya mantan Kasat Narkoba Polres Bima Kota sebagai tersangka dalam kepemilikan sabu. Peristiwa ini memicu gelombang desakan agar Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat melakukan pengusutan tuntas hingga ke akar-akarnya, termasuk mendalami sejauh mana pengawasan dan tanggung jawab Kapolres Bima Kota dalam memimpin satuannya agar tidak terjerumus ke dalam lingkaran hitam narkotika. Skandal ini dianggap sebagai tamparan keras bagi institusi Polri yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam pemberantasan barang haram tersebut.

​Di tengah bergulirnya proses hukum terhadap oknum aparat tersebut, nama seorang warga sipil bernama Koko Erwin mencuat ke permukaan sebagai sosok yang diduga kuat memiliki peran sentral dalam peredaran sabu di wilayah tersebut. Koko Erwin disinyalir menjadi benang merah yang menghubungkan barang bukti yang ditemukan dengan jaringan pengedar luas, sehingga keberadaannya dianggap sebagai kunci utama untuk membongkar sindikat narkoba yang selama ini sulit disentuh hukum di Kota Bima.

Menyikapi perkembangan situasi yang kian memanas, Ketua Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN) Kota Bima, Lalas Kurniawan, secara tegas meminta Kapolda NTB untuk segera mengambil langkah konkret dengan menangkap Koko Erwin. Lalas menekankan bahwa kredibilitas kepolisian saat ini sedang dipertaruhkan di mata masyarakat Bima karena peran Koko Erwin yang diduga sangat besar dalam pusaran kasus ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

🔗 Baca juga: Putri Victoria Kagumi Karya Perajin Perempuan NTB di Bale Kita

Berdasarkan pengakuan mantan Kasat Narkoba melalui kuasa hukumnya, muncul dugaan serius bahwa sejumlah uang yang mengalir kepada Kapolres berasal dari Koko Erwin, yang juga disebut sebagai pemilik barang bukti sabu tersebut.

Dalam pernyataannya kepada awak media, Lalas Kurniawan mengungkapkan bahwa Polda NTB harus menunjukkan ketegasan yang nyata karena indikasi keterlibatan bandar besar sudah sangat benderang.

“Saya rasa dalam kasus ini harus tegas Polda NTB karena peran Koko Erwin yang diduga bandar, Sejumlah uang juga diduga diberikan pada Kapolres itu adalah dari Koko Erwin hasil pengakuan mantan Kasat Narkoba lewat kuasa hukumnya dan barang bukti itu kan dari Koko Erwin,” ungkap Lalas dengan nada kesal
(12 Februari 2026)

GPAN mengingatkan bahwa transparansi dalam penyidikan terhadap keterlibatan pimpinan di polres maupun pihak swasta seperti Koko Erwin adalah harga mati untuk mengembalikan kepercayaan publik. Lalas menegaskan bahwa hukum tidak boleh pilih kasih, terutama ketika menyangkut nasib generasi muda Bima yang terancam oleh maraknya peredaran sabu yang melibatkan oknum pelindung hukum.

🔗 Baca juga: Putri Mahkota Victoria Tiba di Lombok, Disambut Tenun Sasak dan Minuman Rempah

Kini, publik menanti keberanian Polda NTB untuk melakukan pembersihan internal secara total dan segera menyeret Koko Erwin serta seluruh aktor terkait ke hadapan meja hijau demi keadilan yang transparan.

Berita Terkait

Putri Victoria Kagumi Karya Perajin Perempuan NTB di Bale Kita
Putri Mahkota Victoria Tiba di Lombok, Disambut Tenun Sasak dan Minuman Rempah
Demi Bebas Banjir, PMII Bima Dukung Penuh Percepatan Pembangunan Kolam Retensi Amahami
Dari Hilirisasi hingga Gili Tramena, Gubernur NTB dan Komisi VII Perkuat Transformasi Ekonomi NTB
Wagub NTB Apresiasi Sensus Ekonomi Capai 94 Persen
Antisipasi Defisit, Pemprov NTB Susun APBD-P Lebih Realistis
Semester I 2026, Investasi NTB Tembus Rp33,73 Triliun, Semakin Berkualitas dan Inklusif
NTB Selangkah Lagi Terapkan Sistem Manajemen Talenta ASN

Berita Terkait

Saturday, 5 September 2026 - 17:51 WITA

Putri Victoria Kagumi Karya Perajin Perempuan NTB di Bale Kita

Saturday, 5 September 2026 - 16:21 WITA

Putri Mahkota Victoria Tiba di Lombok, Disambut Tenun Sasak dan Minuman Rempah

Saturday, 5 September 2026 - 11:11 WITA

Demi Bebas Banjir, PMII Bima Dukung Penuh Percepatan Pembangunan Kolam Retensi Amahami

Tuesday, 11 August 2026 - 20:25 WITA

Dari Hilirisasi hingga Gili Tramena, Gubernur NTB dan Komisi VII Perkuat Transformasi Ekonomi NTB

Tuesday, 11 August 2026 - 20:22 WITA

Wagub NTB Apresiasi Sensus Ekonomi Capai 94 Persen

Berita Terbaru

Daerah

Gubernur Iqbal: Bawa Syiar Al-Qur’an, Jaga Marwah NTB

Thursday, 10 Sep 2026 - 12:24 WITA