Menolak Tambang Demi Sangihe, Suara Helmud Hontong Terhenti di Langit

Thursday, 18 December 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

528 kali dibaca

⚠️ PERINGATAN ⚠️
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.

Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, Helmud Hontong, dikenal sebagai salah satu pejabat daerah yang secara tegas dan terbuka menolak rencana eksploitasi tambang emas oleh PT Tambang Mas Sangihe (TMS). Sikap tersebut ia sampaikan demi melindungi lingkungan hidup dan keberlanjutan kehidupan masyarakat di wilayah kepulauan terluar Indonesia itu.

Penolakan Helmud didasari kekhawatiran serius terhadap luas wilayah konsesi tambang yang diberikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Konsesi tersebut mencapai sekitar 42 ribu hektare, atau setara 56,9 persen dari total luas Kabupaten Kepulauan Sangihe yang hanya 73.698 hektare. Luasan ini dinilai terlalu besar dan berpotensi menimbulkan kerusakan ekologis yang masif.

Sebagai bentuk keberatan resmi, Helmud Hontong secara pribadi mengirimkan surat protes kepada Kementerian ESDM. Surat yang ditandatangani pada 28 April itu menegaskan penolakannya terhadap aktivitas pertambangan yang dinilai dapat merusak lingkungan, mengancam ruang hidup masyarakat, serta mengganggu keseimbangan ekosistem pulau kecil.

ADVERTISEMENT

🔗 Baca juga: Antisipasi Defisit, Pemprov NTB Susun APBD-P Lebih Realistis

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah sikap vokal dan konsistensinya memperjuangkan kepentingan daerah, kabar duka datang secara mendadak. Helmud Hontong dilaporkan meninggal dunia dalam perjalanan pulang dari Bali menuju Manado melalui Makassar. Ia mengembuskan napas terakhir saat berada di pesawat Lion Air nomor penerbangan JT-740, pada Rabu lalu, dalam rentang waktu penerbangan pukul 15.08 hingga 16.17 WITA.

Kepergian Helmud Hontong meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan masyarakat Sangihe, tetapi juga bagi mereka yang menaruh harapan pada perjuangan menjaga lingkungan dan kedaulatan wilayah kepulauandari eksploitasi berlebihan.

🔗 Baca juga: Membaca Postur APBD NTB 2027: Optimisme Fiskal di Tengah Tantangan Kemandirian Daerah

sumber : Tempo

Berita Terkait

Antisipasi Defisit, Pemprov NTB Susun APBD-P Lebih Realistis
Membaca Postur APBD NTB 2027: Optimisme Fiskal di Tengah Tantangan Kemandirian Daerah
Di Momentum Usia ke-54 Gubernur Iqbal, Presiden Prabowo Titip Lima Pesan untuk NTB
Nama Tercantum di Manifes Umrah AKBP Didik, Kasi Humas Polres Bima Kota Buka Suara: “Saya Diajak, Tapi Batal Berangkat
Menko AHY: Swasembada Pangan Dimulai dari Air, dan Air Dimulai dari Bendungan yang Terhubung dengan Irigasi
Pemprov NTB Luruskan Viral Video: Analisis Kebahasaan Tunjukkan Kritik Ditujukan Kepada Individu, Bukan AL-QUR’AN
Menteri dan Gubernur Sepakat Percepat Penyelamatan Lingkungan NTB
Mata Rantai Terbongkar! Terduga Pengirim Sabu Talabiu Diamankan Polda NTB, AKP Dediansyah: Tak Ada Kompromi, kami akan kejar !

Berita Terkait

Monday, 10 August 2026 - 15:29 WITA

Antisipasi Defisit, Pemprov NTB Susun APBD-P Lebih Realistis

Wednesday, 15 July 2026 - 14:58 WITA

Membaca Postur APBD NTB 2027: Optimisme Fiskal di Tengah Tantangan Kemandirian Daerah

Saturday, 11 July 2026 - 10:26 WITA

Di Momentum Usia ke-54 Gubernur Iqbal, Presiden Prabowo Titip Lima Pesan untuk NTB

Friday, 10 July 2026 - 18:55 WITA

Nama Tercantum di Manifes Umrah AKBP Didik, Kasi Humas Polres Bima Kota Buka Suara: “Saya Diajak, Tapi Batal Berangkat

Friday, 10 July 2026 - 16:53 WITA

Menko AHY: Swasembada Pangan Dimulai dari Air, dan Air Dimulai dari Bendungan yang Terhubung dengan Irigasi

Berita Terbaru

Daerah

Gubernur Iqbal: Bawa Syiar Al-Qur’an, Jaga Marwah NTB

Thursday, 10 Sep 2026 - 12:24 WITA