364 kali dibaca
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.
4 Januari 2026 – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa pasukan militer dan penegak hukum AS telah menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores, sebagai bagian dari operasi militer berskala besar di Venezuela, dalam peristiwa yang mengejutkan dunia internasional.

Kronologi Serangan dan Penangkapan
-
Operasi besar-besaran diluncurkan oleh militer AS di Caracas, ibu kota Venezuela, pada dini hari 3 Januari 2026. Presiden Trump menyatakan bahwa Maduro dan istrinya ditangkap dan diterbangkan keluar dari negara itusetelah serangan yang melibatkan pasukan elit seperti Delta Force.
-
Ledakan dan serangan udara dilaporkan mengguncang beberapa basis militer utama Venezuela seperti Fuerte Tiuna dan La Carlota sebelum penangkapan dilakukan, menyebabkan kerusakan dan kepanikan di sekitar kota.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
-
Maduro dan Flores kemudian dibawa ke Amerika Serikat, di mana mereka akan menghadapi tuduhan narkoterrorisme, perdagangan narkoba, dan pelanggaran senjata di pengadilan federal.
Tuduhan dan Status Hukum
-
Pemerintah AS telah menyiapkan dakwaan terhadap Maduro dan istrinya terkait konspirasi narkoterrorisme dan perdagangan narkotika internasional yang diklaim telah membawa heroin dan kokain ke wilayah AS serta terkait organisasi kriminal besar seperti Cartel of the Suns.
-
Ini menandai berminggu-minggu ketegangan dan tekanan AS terhadap Venezuela, termasuk pemberian hadiah hingga US$50 juta untuk informasi yang mengarah pada penangkapan Maduro sebelum operasi militer dilakukan.
Reaksi Internasional dan Politik
-
Banyak negara mengecam intervensi militer AS, menyatakan operasi tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan dan hukum internasional yang berbahaya. Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva menyebutnya “garis yang tidak boleh dilampaui,” sementara China dan Iran juga mengutuk tindakan tersebut.
-
Di Venezuela sendiri, Wakil Presiden Delcy Rodríguez menegaskan bahwa Maduro tetap presiden sah, menuntut bukti keberadaan dan keselamatan mereka serta mengecam penangkapan sebagai “penculikan ilegal.”
-
Dalam tanggapan global, beberapa negara menyerukan transisi damai dan demokratis di Venezuela serta penegakan hukum internasional.
🔗 Baca juga: Rakyat Melawan: Protes Besar-besaran Guncang Pemerintahan Iran
🧭 Dampak Regional dan Selanjutnya
-
Penangkapan Maduro menimbulkan pertanyaan besar tentang masa depan pemerintahan di Venezuela, keamanan regional di Amerika Latin, dan hubungan internasional dengan AS. Banyak analis menilai tindakan ini dapat memperburuk ketegangan geopolitik dan menciptakan preseden baru dalam intervensi militer.
Kesimpulan: Penangkapan Nicolás Maduro oleh militer AS dalam serangan besar-besaran yang belum pernah terjadi sebelumnya ini menjadi salah satu peristiwa geopolitik paling dramatis di awal 2026, membuka babak baru dalam hubungan antara AS dan Venezuela serta memicu perdebatan global tentang kedaulatan, hukum internasional, dan stabilitas regional.




























