266 kali dibaca
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.
BENGKULU — Seorang pemuda bernama Muhammad Afin Wahyudi (23) dari Kelurahan Sawah Lebar, Kecamatan Ratu Agung, Kota Bengkulu, menjadi korban penganiayaan setelah diduga salah tangkap oleh oknum aparat gabungan TNI dan Polri.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat dini hari, 2 Januari 2026 sekitar pukul 02.30 WIB, di Jalan Meranti, Sawah Lebar. Korban sedang duduk bersama temannya di lantai dua ruko milik pamannya ketika tiga orang tiba-tiba datang dan langsung memukulnya.
Akibatnya, Muhammad Afin mengalami luka pada bagian bibir, benjolan di belakang kepala, dan memar di punggung. Ia kemudian sempat dibawa ke Polresta Bengkulu untuk pemeriksaan lebih lanjut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut sepupu korban, Alvis, para pelaku datang menggunakan mobil operasional Polantas dan mengaku sedang mencari pelaku suatu kasus pengeroyokan. Namun, karena salah identifikasi, Muhammad Afin yang tidak bersalah justru menjadi sasaran pukulan.
Dugaan keterlibatan oknum aparat ini memicu protes dari keluarga korban yang menilai tindakan tersebut merupakan penyalahgunaan wewenang dan pelanggaran terhadap hak asasi manusia. Mereka pun telah membuat laporan ke pihak berwajib dan menuntut agar kasus ini diusut secara transparan.
Hingga kini, belum ada klarifikasi resmi dari instansi TNI atau Polri terkait kejadian tersebut. Pihak kepolisian sendiri masih mendalami kronologi kejadian untuk menentukan langkah hukum yang tepat.
sumber : betv




























