242 kali dibaca
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.
Cuaca ekstrem berupa angin kencang yang disertai hujan lebat melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Kamis malam (22/1/2026). Peristiwa bencana hidrometeorologi tersebut mengakibatkan kerusakan bangunan milik warga serta genangan banjir di beberapa kecamatan, yakni Kecamatan Wera, Ambalawi, dan Tambora.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, kejadian cuaca ekstrem ini mulai berlangsung sekitar pukul 18.00 WITA. Akibatnya, sedikitnya 50 kepala keluarga (KK) atau sekitar 200 jiwa tercatat terdampak langsung oleh bencana tersebut.
Angin kencang yang terjadi secara tiba-tiba menyebabkan kerusakan cukup signifikan, khususnya pada sektor permukiman warga. Di Desa Oi Panihi, Kecamatan Tambora, satu unit rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan dengan kategori sedang. Bagian atap dan struktur bangunan terdampak terpaan angin, dengan estimasi kerugian material mencapai sekitar Rp20 juta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, dampak serupa juga terjadi di Desa Mandala, Kecamatan Wera. Di wilayah tersebut, satu unit rumah warga mengalami kerusakan ringan akibat terjangan angin kencang. Kerugian akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai Rp10 juta. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerusakan ini membuat penghuni rumah harus meningkatkan kewaspadaan, terutama saat cuaca buruk kembali terjadi.
🔗 Baca juga: PC IPNU-IPPNU Kota Bima Gelar MAKESTA, Perkuat Kaderisasi Pelajar NU di Pulau Sumbawa
Tidak hanya rumah warga, fasilitas publik juga turut terdampak oleh cuaca ekstrem tersebut. Di Desa Labuan Kananga, Kecamatan Tambora, satu unit bangunan sekolah dan satu kantor desa dilaporkan mengalami kerusakan akibat terpaan angin dan hujan deras. Kerusakan pada fasilitas umum ini dikhawatirkan dapat mengganggu aktivitas pelayanan masyarakat serta kegiatan belajar mengajar apabila tidak segera ditangani.
Selain kerusakan akibat angin kencang, intensitas hujan yang sangat tinggi juga memicu terjadinya banjir di sejumlah wilayah. Di Desa Labuan Kananga, luapan air merendam sedikitnya 48 unit rumah warga. Banjir dilaporkan berlangsung cukup lama, sejak malam hari hingga sekitar pukul 01.00 WITA dini hari, sebelum akhirnya air berangsur surut.
Genangan air yang masuk ke permukiman warga menyebabkan perabot rumah tangga dan barang-barang milik warga terendam. Sejumlah warga terpaksa mengamankan barang berharga mereka ke tempat yang lebih tinggi guna menghindari kerusakan yang lebih parah. Meski ketinggian air bervariasi, banjir tersebut cukup mengganggu aktivitas masyarakat setempat.
Menanggapi kejadian tersebut, personel gabungan langsung diterjunkan ke lokasi terdampak. Tim yang terdiri dari Taruna Siaga Bencana (TRC) BPBD Kabupaten Bima, unsur TNI dan Polri, serta aparatur desa setempat melakukan kaji cepat untuk mendata dampak kerusakan serta kebutuhan mendesak warga terdampak. Selain itu, tim juga melakukan penanganan darurat guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
Hingga saat ini, kondisi banjir di wilayah terdampak dilaporkan telah surut. Warga bersama petugas gabungan mulai bergotong-royong membersihkan material sisa banjir dan puing-puing akibat angin kencang. Aktivitas pembersihan difokuskan pada rumah warga, fasilitas umum, serta akses jalan yang sempat terganggu akibat genangan air dan material terbawa arus.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB dalam laporan tertulisnya mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Ia menegaskan bahwa wilayah NTB saat ini tengah berada pada puncak musim hujan, sehingga potensi terjadinya cuaca ekstrem masih sangat tinggi.
🔗 Baca juga: Muscab PPP Kab, Bima: Muh. Erwin Tegaskan Peluang Rebut Panggung Politik Daerah
“Memasuki Dasarian III Januari, potensi terjadinya angin kencang, hujan lebat, banjir, hingga tanah longsor masih perlu diwaspadai. Kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, terutama terhadap potensi pohon tumbang dan luapan air yang dapat terjadi secara tiba-tiba,” tegasnya.
BPBD juga mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan, seperti retakan tanah, pohon rawan tumbang, maupun aliran sungai yang mulai meluap. Langkah antisipasi dan kesiapsiagaan dinilai sangat penting untuk meminimalkan risiko serta dampak yang ditimbulkan oleh bencana hidrometeorologi di tengah musim hujan yang masih berlangsung.
Sumber : BPBD Ntb




























