343 kali dibaca
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.
BIMA,– Seorang remaja berinisial A (19), warga Desa Samili, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi korban aksi pemanahan oleh orang tak dikenal. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu malam (14/1/2026) sekitar pukul 23.23 Wita, saat korban sedang berkumpul bersama teman-temannya di depan sebuah apotek.
Kapolsek Woha, AKP Muhtar, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, anak panah yang dilepaskan pelaku mengenai bagian rusuk kiri korban.
“Korban terkena panah pada bagian rusuk kiri,” ujar Muhtar saat dihubungi, Kamis (15/1/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, insiden bermula ketika korban sedang nongkrong di depan apotek yang letaknya tidak jauh dari kediamannya. Tiba-tiba, dua orang yang datang dengan berboncengan sepeda motor langsung melesatkan anak panah ke arah korban tanpa peringatan.
🔗 Baca juga: PC IPNU-IPPNU Kota Bima Gelar MAKESTA, Perkuat Kaderisasi Pelajar NU di Pulau Sumbawa
Setelah berhasil melancarkan aksinya, kedua pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian. Warga yang melihat korban terluka segera memberikan pertolongan dan membawanya ke Puskesmas Woha untuk mendapatkan penanganan medis.
“Karena luka yang dialami korban cukup serius, ia kemudian dirujuk ke RSUD Bima agar mendapat perawatan lebih lanjut,” jelas Muhtar.
Mendapat laporan mengenai peristiwa tersebut, aparat kepolisian langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan. Polsek Woha berkoordinasi dengan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bima untuk mengungkap identitas para pelaku.
Setelah kurang lebih dua jam melakukan pengumpulan informasi dari warga serta saksi-saksi di sekitar lokasi, polisi akhirnya berhasil mengetahui siapa pelaku di balik aksi tersebut.
Dua orang yang diduga sebagai pelaku diketahui berinisial F dan M, keduanya merupakan warga Desa Dadibou, Kecamatan Woha. Polisi berhasil menangkap keduanya saat sedang tertidur di rumah masing-masing.
🔗 Baca juga: Muscab PPP Kab, Bima: Muh. Erwin Tegaskan Peluang Rebut Panggung Politik Daerah

Hingga saat ini, motif di balik aksi pemanahan tersebut masih belum dapat dipastikan. Aparat kepolisian masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap para terduga pelaku untuk mengetahui alasan mereka melakukan penganiayaan terhadap korban.
“Motif pelaku melakukan tindakan tersebut masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut,” tutup Muhtar.




























