Klarifikasi Resmi Soal Kayu Berstiker Kemenhut yang Terdampar di Lampung

Sunday, 14 December 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

337 kali dibaca

⚠️ PERINGATAN ⚠️
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.

Lampung – Temuan ribuan batang kayu gelondongan yang terdampar di pesisir Pantai Tanjung Setia, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung menjadi sorotan publik setelah foto-foto kayu berstiker bertuliskan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia dan barcode SVLK (Sistem Verifikasi Legalitas Kayu) beredar di media sosial.

Temuan ini memunculkan spekulasi bahwa kayu-kayu tersebut hanyut akibat banjir besar yang melanda wilayah Sumatera beberapa waktu lalu. Namun, pemerintah melalui Kementerian Kehutanan memberikan klarifikasi resmiuntuk menanggapi kekhawatiran tersebut.

Direktur Iuran dan Penatausahaan Hasil Hutan Direktorat Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari (PHL) Kemenhut, Ade Mukadi, menegaskan bahwa kayu yang ditemukan di Lampung bukan berasal dari arus banjir atau hanyut karena bencana alam. Sebaliknya, hasil pemeriksaan bersama dengan Polda Lampung dan Balai PHL menunjukkan bahwa kayu tersebut berasal dari kecelakaan kapal tugboat yang mengangkut kayu dari wilayah Mentawai, Sumatera Barat.

Menurut penjelasan tersebut, kapal tugboat pengangkut kayu milik perusahaan PT Minas Pagai Lumber mengalami kerusakan mesin saat menghadapi cuaca buruk di laut, sehingga sejumlah kayu muatan terjatuh dan terbawa arus sampai akhirnya terdampar di pesisir Lampung.

Ade juga menjelaskan fungsi barcode pada label kayu, yakni sebagai bagian dari SVLK yang dipakai untuk memastikan legalitas dan asal-usul kayu secara sah serta mencegah praktik illegal logging.

Dengan penjelasan ini, pihak pemerintah menegaskan bahwa tidak ada unsur illegal logging ataupun keterkaitan langsung dengan banjir di Sumatera pada temuan kayu bertanda Kemenhut tersebut. Klarifikasi ini diharapkan mampu meredam spekulasi dan informasi yang tidak sesuai fakta di masyarakat.

🔗 Baca juga: Antisipasi Defisit, Pemprov NTB Susun APBD-P Lebih Realistis

sumber : Kompas.com

Berita Terkait

Tanggap Bencana Kebakaran Desa Adat Sade, Bank NTB Syariah Salurkan Bantuan Air Bersih dan Paket Sembako
Antisipasi Defisit, Pemprov NTB Susun APBD-P Lebih Realistis
Antisipasi Dampak Kekeringan, BBWS Nusa Tenggara I Salurkan 5.000 Liter Air Bersih di Lombok Barat
Membaca Postur APBD NTB 2027: Optimisme Fiskal di Tengah Tantangan Kemandirian Daerah
Di Momentum Usia ke-54 Gubernur Iqbal, Presiden Prabowo Titip Lima Pesan untuk NTB
Nama Tercantum di Manifes Umrah AKBP Didik, Kasi Humas Polres Bima Kota Buka Suara: “Saya Diajak, Tapi Batal Berangkat
Menko AHY: Swasembada Pangan Dimulai dari Air, dan Air Dimulai dari Bendungan yang Terhubung dengan Irigasi
Pemprov NTB Luruskan Viral Video: Analisis Kebahasaan Tunjukkan Kritik Ditujukan Kepada Individu, Bukan AL-QUR’AN

Berita Terkait

Monday, 24 August 2026 - 10:17 WITA

Tanggap Bencana Kebakaran Desa Adat Sade, Bank NTB Syariah Salurkan Bantuan Air Bersih dan Paket Sembako

Monday, 10 August 2026 - 15:29 WITA

Antisipasi Defisit, Pemprov NTB Susun APBD-P Lebih Realistis

Saturday, 25 July 2026 - 19:32 WITA

Antisipasi Dampak Kekeringan, BBWS Nusa Tenggara I Salurkan 5.000 Liter Air Bersih di Lombok Barat

Wednesday, 15 July 2026 - 14:58 WITA

Membaca Postur APBD NTB 2027: Optimisme Fiskal di Tengah Tantangan Kemandirian Daerah

Saturday, 11 July 2026 - 10:26 WITA

Di Momentum Usia ke-54 Gubernur Iqbal, Presiden Prabowo Titip Lima Pesan untuk NTB

Berita Terbaru

Daerah

Gubernur Iqbal: Bawa Syiar Al-Qur’an, Jaga Marwah NTB

Thursday, 10 Sep 2026 - 12:24 WITA