Angin Kencang dan Hujan Lebat Landa Bima, Satu Mahasiswa Meninggal Tertimpa Pohon

Friday, 23 January 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

350 kali dibaca

⚠️ PERINGATAN ⚠️
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.

Hujan deras yang disertai angin kencang melanda Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Kamis (22/1/2026). Cuaca ekstrem tersebut mengakibatkan puluhan rumah warga terendam banjir, sejumlah pohon tumbang, serta menelan korban jiwa. Seorang mahasiswa dilaporkan meninggal dunia setelah tertimpa pohon tumbang akibat angin kencang.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bima, Nurul Huda, mengatakan hujan lebat disertai angin kencang mulai terjadi sejak pagi hingga menjelang siang hari dan berlanjut hingga malam. Kondisi cuaca ekstrem tersebut diperkirakan berlangsung hingga dini hari sekitar pukul 01.00 WITA.

“Hujan disertai angin kencang terjadi sejak pagi menjelang siang tadi dan diperkirakan berlangsung hingga pukul 01.00 WITA,” ujar Nurul Huda saat dikonfirmasi pada Kamis malam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan banjir di Desa Labuan Kananga, Kecamatan Tambora. Sedikitnya 48 unit rumah warga terendam air dengan ketinggian genangan bervariasi antara 10 hingga 30 sentimeter. Air masuk ke dalam rumah warga dan merendam perabotan, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat setempat.

🔗 Baca juga: Putri Victoria Kagumi Karya Perajin Perempuan NTB di Bale Kita

Selain banjir, angin kencang juga menyebabkan pohon-pohon berukuran besar tumbang di sejumlah titik. Salah satunya terjadi di jalan raya Desa Mandala, Kecamatan Wera. Pohon tumbang juga dilaporkan terjadi di ruas jalan lintas Wera–Bima, tepatnya di Desa Mawu, Kecamatan Ambalawi. Kejadian tersebut mengakibatkan arus lalu lintas di jalur tersebut sempat terhambat.

“Angin kencang mengakibatkan pohon tumbang di beberapa lokasi dan menyebabkan gangguan lalu lintas,” jelas Nurul Huda.

Tak hanya itu, terjangan angin kencang juga merusak bangunan rumah warga. Masing-masing satu unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan di Desa Ranggasolo, Kecamatan Wera, serta di Desa Oi Panihi, Kecamatan Tambora. Kerusakan umumnya terjadi pada bagian atap dan dinding rumah akibat terpaan angin.

Peristiwa pohon tumbang kembali terjadi di jalan raya lintas Wera–Bima, tepatnya di Desa Nangawera, Kecamatan Wera, pada Kamis malam. Pohon berukuran besar yang tumbang menutup badan jalan sehingga menyebabkan kemacetan dan menghambat arus lalu lintas dari arah Wera menuju Kota Bima maupun sebaliknya.

“Pohon tumbang di Desa Nangawera menyebabkan arus lalu lintas Wera–Bima terhambat,” kata Nurul Huda.

Tragisnya, insiden pohon tumbang tersebut juga menimbulkan korban jiwa. Dua mahasiswa yang sedang berboncengan menggunakan sepeda motor tertimpa pohon saat melintas di lokasi kejadian. Salah satu korban dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian, sementara satu korban lainnya mengalami luka berat dan dalam kondisi kritis.

🔗 Baca juga: Putri Mahkota Victoria Tiba di Lombok, Disambut Tenun Sasak dan Minuman Rempah

“Dua mahasiswa asal Desa Wora tertimpa pohon tumbang. Korban atas nama Rizki Aditya (20) meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara rekannya, Safirulah, masih hidup namun kondisinya kritis dan telah mendapatkan penanganan medis,” ungkapnya.

BPBD Kabupaten Bima bersama unsur TNI, Polri, dan aparat desa setempat langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Petugas melakukan evakuasi korban, pembersihan pohon tumbang, serta pendataan dampak banjir dan kerusakan rumah warga.

BPBD juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, mengingat wilayah Kabupaten Bima masih berada pada puncak musim hujan. Masyarakat diminta menghindari berteduh di bawah pohon besar saat hujan dan angin kencang, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan pohon tumbang.

Berita Terkait

Putri Victoria Kagumi Karya Perajin Perempuan NTB di Bale Kita
Putri Mahkota Victoria Tiba di Lombok, Disambut Tenun Sasak dan Minuman Rempah
Demi Bebas Banjir, PMII Bima Dukung Penuh Percepatan Pembangunan Kolam Retensi Amahami
Tanggap Bencana Kebakaran Desa Adat Sade, Bank NTB Syariah Salurkan Bantuan Air Bersih dan Paket Sembako
BBWS Nusa Tenggara I Mataram Salurkan 10.000 Liter Air Bersih Tangani Bencana Kekeringan di Kota Bima
Musda HKTI: Gubernur Miq Iqbal Tawarkan Model Pertanian ala FELDA Malaysia
Antisipasi Dampak Kekeringan, BBWS Nusa Tenggara I Salurkan 5.000 Liter Air Bersih di Lombok Barat
Gubernur NTB Luncurkan Reformasi Pendidikan, Perkuat Mutu Sekolah hingga Ketahanan Pangan

Berita Terkait

Saturday, 5 September 2026 - 17:51 WITA

Putri Victoria Kagumi Karya Perajin Perempuan NTB di Bale Kita

Saturday, 5 September 2026 - 16:21 WITA

Putri Mahkota Victoria Tiba di Lombok, Disambut Tenun Sasak dan Minuman Rempah

Saturday, 5 September 2026 - 11:11 WITA

Demi Bebas Banjir, PMII Bima Dukung Penuh Percepatan Pembangunan Kolam Retensi Amahami

Monday, 24 August 2026 - 10:17 WITA

Tanggap Bencana Kebakaran Desa Adat Sade, Bank NTB Syariah Salurkan Bantuan Air Bersih dan Paket Sembako

Monday, 3 August 2026 - 18:06 WITA

BBWS Nusa Tenggara I Mataram Salurkan 10.000 Liter Air Bersih Tangani Bencana Kekeringan di Kota Bima

Berita Terbaru

Daerah

Gubernur Iqbal: Bawa Syiar Al-Qur’an, Jaga Marwah NTB

Thursday, 10 Sep 2026 - 12:24 WITA