289 kali dibaca
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.
BIMA – Akses transportasi di wilayah Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), kini dalam kondisi mengkhawatirkan. Jalan lintas Parado dilaporkan mengalami kerusakan parah berupa keretakan besar hingga terbelah, yang mengancam terputusnya akses utama bagi warga di lima desa di Kecamatan Parado.
Kerusakan jalan ini ditengarai akibat pergeseran tanah setelah intensitas hujan yang tinggi mengguyur wilayah tersebut. Retakan memanjang di badan jalan membuat kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, harus ekstra waspada saat melintas.
Beberapa titik jalan bahkan sudah ambles, menyisakan ruang gerak yang sangat sempit bagi warga yang ingin menuju pusat kota atau sebaliknya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
🔗 Baca juga: PC IPNU-IPPNU Kota Bima Gelar MAKESTA, Perkuat Kaderisasi Pelajar NU di Pulau Sumbawa
Kondisi ini memicu kekhawatiran besar karena jalan tersebut merupakan satu-satunya urat nadi transportasi bagi masyarakat di: Desa Parado Rato Desa Parado Wane Desa Kanca Desa Kuta Desa Lere.
Jika jalan ini putus total, aktivitas ekonomi, akses kesehatan, dan distribusi logistik bagi ribuan warga di lima desa tersebut dipastikan akan lumpuh.
Warga setempat berharap Pemerintah Kabupaten Bima maupun Pemerintah Provinsi NTB segera melakukan langkah darurat. Mengingat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi, kerusakan susulan dikhawatirkan akan membuat jalan benar-benar tidak bisa dilewati.
“Kami khawatir jika hujan deras turun lagi, jalan ini akan amblas sepenuhnya. Kami bisa terisolasi kalau tidak segera diperbaiki,” ujar salah satu warga di lokasi.
🔗 Baca juga: Muscab PPP Kab, Bima: Muh. Erwin Tegaskan Peluang Rebut Panggung Politik Daerah
Hingga saat ini, warga secara swadaya memasang tanda peringatan di sekitar lokasi retakan untuk mencegah terjadinya kecelakaan bagi pengendara yang melintas di malam hari.




























