Belum Digaji Sebulan, Belasan Karyawan Mie Gacoan Bima Mogok Kerja

Wednesday, 4 February 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

378 kali dibaca

⚠️ PERINGATAN ⚠️
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.

BIMA – Suasana di gerai populer Mie Gacoan Kota Bima mendadak riuh, namun bukan karena antrean pelanggan, melainkan karena aksi mogok kerja yang dilakukan oleh belasan karyawannya pada Senin (3/2/2026). Para pekerja memilih untuk menghentikan seluruh aktivitas operasional sebagai bentuk protes keras terhadap pihak manajemen yang hingga kini belum membayarkan upah mereka selama satu bulan terakhir.

Ketegangan mulai terlihat sejak pagi hari ketika pintu gerai yang biasanya terbuka lebar untuk pengunjung justru tampak tertutup.

Perwakilan karyawan menyatakan bahwa keputusan mogok kerja ini diambil sebagai langkah terakhir karena komunikasi dengan pihak pengelola terkait kepastian tanggal penggajian tidak membuahkan hasil yang jelas. Mereka mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari akibat keterlambatan hak yang seharusnya sudah masuk ke rekening mereka sejak akhir bulan lalu.

Dampak dari aksi ini pun langsung terasa. Puluhan pelanggan yang datang terpaksa gigit jari dan memutar balik kendaraan mereka karena tidak ada layanan yang tersedia.

Di depan gerai, terlihat para karyawan berkumpul dan saling memberikan dukungan, menegaskan bahwa mereka tidak akan kembali bekerja sebelum ada komitmen nyata dan pelunasan gaji dari pihak perusahaan.

Hingga saat ini, situasi di lokasi masih terpantau sepi dari aktivitas niaga.

🔗 Baca juga: Muscab PPP Kab, Bima: Muh. Erwin Tegaskan Peluang Rebut Panggung Politik Daerah

Pihak manajemen Mie Gacoan dilaporkan tengah berupaya melakukan koordinasi internal dan mediasi dengan para pekerja untuk mencari jalan tengah. Kejadian ini pun menjadi sorotan publik di Bima, mengingat popularitas gerai tersebut yang selalu ramai, namun kini harus berhadapan dengan masalah krusial terkait kesejahteraan pekerjanya.

Berita Terkait

PC IPNU-IPPNU Kota Bima Gelar MAKESTA, Perkuat Kaderisasi Pelajar NU di Pulau Sumbawa
Muscab PPP Kab, Bima: Muh. Erwin Tegaskan Peluang Rebut Panggung Politik Daerah
Silaturahmi Akbar LMND Kota Bima, Delian Lubis: Musuh Mahasiswa Adalah Sistem yang Menindas
Istri Kapolres Bima dan Seorang Polwan Positif Narkoba, Tidak Ditetapkan Tersangka
Kesal Tak Kunjung Diperbaiki Gubernur Iqbal, Warga Soromandi Gotong Royong Tambal Jalan Provinsi
Tragedi Jalan Rusak Bima: Balita Keracunan Meninggal Dunia Usai Mobil Perujuk Terjebak Lumpur
Bareskrim Tetapkan Eks Kapolres Bima Kota Tersangka Kasus Narkoba
Kapolres Lama terlibat narkoba, Kompolnas: Plh Kapolres bima yang baru Terindikasi Pernah Terlibat Kasus Narkoba

Berita Terkait

Friday, 24 April 2026 - 11:52 WITA

PC IPNU-IPPNU Kota Bima Gelar MAKESTA, Perkuat Kaderisasi Pelajar NU di Pulau Sumbawa

Thursday, 16 April 2026 - 18:57 WITA

Muscab PPP Kab, Bima: Muh. Erwin Tegaskan Peluang Rebut Panggung Politik Daerah

Thursday, 12 March 2026 - 20:04 WITA

Silaturahmi Akbar LMND Kota Bima, Delian Lubis: Musuh Mahasiswa Adalah Sistem yang Menindas

Saturday, 21 February 2026 - 19:13 WITA

Istri Kapolres Bima dan Seorang Polwan Positif Narkoba, Tidak Ditetapkan Tersangka

Tuesday, 17 February 2026 - 21:17 WITA

Kesal Tak Kunjung Diperbaiki Gubernur Iqbal, Warga Soromandi Gotong Royong Tambal Jalan Provinsi

Berita Terbaru

Foto : kominfo NTB

Kesehatan

Gubernur Dorong Transformasi RSUP NTB Menuju Pelayanan Modern

Sunday, 17 May 2026 - 12:27 WITA

Kesehatan

Pemprov NTB Komitmen Dukung Keberlanjutan Program JKN

Monday, 11 May 2026 - 15:13 WITA

Mataram

Guru Berkarakter Jadi Kunci Pendidikan NTB Masa Depan

Thursday, 7 May 2026 - 15:20 WITA