255 kali dibaca
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.
Hujan deras yang disertai angin kencang melanda Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Kamis (22/1/2026). Cuaca ekstrem tersebut mengakibatkan puluhan rumah warga terendam banjir, sejumlah pohon tumbang, serta menelan korban jiwa. Seorang mahasiswa dilaporkan meninggal dunia setelah tertimpa pohon tumbang akibat angin kencang.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bima, Nurul Huda, mengatakan hujan lebat disertai angin kencang mulai terjadi sejak pagi hingga menjelang siang hari dan berlanjut hingga malam. Kondisi cuaca ekstrem tersebut diperkirakan berlangsung hingga dini hari sekitar pukul 01.00 WITA.
“Hujan disertai angin kencang terjadi sejak pagi menjelang siang tadi dan diperkirakan berlangsung hingga pukul 01.00 WITA,” ujar Nurul Huda saat dikonfirmasi pada Kamis malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan banjir di Desa Labuan Kananga, Kecamatan Tambora. Sedikitnya 48 unit rumah warga terendam air dengan ketinggian genangan bervariasi antara 10 hingga 30 sentimeter. Air masuk ke dalam rumah warga dan merendam perabotan, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat setempat.
🔗 Baca juga: PC IPNU-IPPNU Kota Bima Gelar MAKESTA, Perkuat Kaderisasi Pelajar NU di Pulau Sumbawa
Selain banjir, angin kencang juga menyebabkan pohon-pohon berukuran besar tumbang di sejumlah titik. Salah satunya terjadi di jalan raya Desa Mandala, Kecamatan Wera. Pohon tumbang juga dilaporkan terjadi di ruas jalan lintas Wera–Bima, tepatnya di Desa Mawu, Kecamatan Ambalawi. Kejadian tersebut mengakibatkan arus lalu lintas di jalur tersebut sempat terhambat.
“Angin kencang mengakibatkan pohon tumbang di beberapa lokasi dan menyebabkan gangguan lalu lintas,” jelas Nurul Huda.
Tak hanya itu, terjangan angin kencang juga merusak bangunan rumah warga. Masing-masing satu unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan di Desa Ranggasolo, Kecamatan Wera, serta di Desa Oi Panihi, Kecamatan Tambora. Kerusakan umumnya terjadi pada bagian atap dan dinding rumah akibat terpaan angin.
Peristiwa pohon tumbang kembali terjadi di jalan raya lintas Wera–Bima, tepatnya di Desa Nangawera, Kecamatan Wera, pada Kamis malam. Pohon berukuran besar yang tumbang menutup badan jalan sehingga menyebabkan kemacetan dan menghambat arus lalu lintas dari arah Wera menuju Kota Bima maupun sebaliknya.
“Pohon tumbang di Desa Nangawera menyebabkan arus lalu lintas Wera–Bima terhambat,” kata Nurul Huda.
Tragisnya, insiden pohon tumbang tersebut juga menimbulkan korban jiwa. Dua mahasiswa yang sedang berboncengan menggunakan sepeda motor tertimpa pohon saat melintas di lokasi kejadian. Salah satu korban dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian, sementara satu korban lainnya mengalami luka berat dan dalam kondisi kritis.
🔗 Baca juga: Muscab PPP Kab, Bima: Muh. Erwin Tegaskan Peluang Rebut Panggung Politik Daerah
“Dua mahasiswa asal Desa Wora tertimpa pohon tumbang. Korban atas nama Rizki Aditya (20) meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara rekannya, Safirulah, masih hidup namun kondisinya kritis dan telah mendapatkan penanganan medis,” ungkapnya.
BPBD Kabupaten Bima bersama unsur TNI, Polri, dan aparat desa setempat langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Petugas melakukan evakuasi korban, pembersihan pohon tumbang, serta pendataan dampak banjir dan kerusakan rumah warga.
BPBD juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, mengingat wilayah Kabupaten Bima masih berada pada puncak musim hujan. Masyarakat diminta menghindari berteduh di bawah pohon besar saat hujan dan angin kencang, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan pohon tumbang.




























