Aktivitas Erupsi Gunung Semeru Masih Tinggi, Gempa Letusan Terus Mendominasi

Monday, 5 January 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

284 kali dibaca

⚠️ PERINGATAN ⚠️
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.

Lumajang, Jawa Timur — Aktivitas kegempaan Gunung Semeru masih didominasi oleh gempa letusan atau erupsi dalam beberapa pekan terakhir. Gunung api tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut itu terus menunjukkan dinamika vulkanik yang intens.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Yadi Yuliandi, melaporkan bahwa pada pengamatan Senin dini hari pukul 00.00 hingga 06.00 WIB tercatat sebanyak 32 kali gempa letusan. Gempa tersebut memiliki amplitudo berkisar antara 10 hingga 23 milimeter dengan durasi 66 sampai 163 detik.

Selain gempa letusan, aktivitas kegempaan juga mencakup dua kali gempa guguran dengan amplitudo 2 milimeter dan durasi 29–45 detik, serta satu kali gempa hembusan dengan amplitudo 8 milimeter yang berlangsung selama 116 detik. Tercatat pula dua kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 10–30 milimeter, selisih waktu S-P 13–15 detik, dan durasi gempa 52–60 detik.

Dalam pengamatan selama 24 jam pada Minggu (4/1), aktivitas Gunung Semeru bahkan lebih intens. Tercatat sebanyak 151 kali gempa letusan atau erupsi, 10 kali gempa guguran, 21 kali gempa hembusan, tiga kali gempa harmonik, serta lima kali gempa tektonik jauh.

Secara visual, kondisi gunung api terlihat jelas meski terkadang tertutup kabut dengan tingkat 0 hingga III. Dari kawah utama teramati asap berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tipis sampai sedang, membumbung setinggi sekitar 200–300 meter dari puncak.

Yadi menjelaskan bahwa saat ini Gunung Semeru masih berstatus Level III atau Siaga. Sehubungan dengan itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi keselamatan. Masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan dalam radius 13 kilometer dari puncak sebagai pusat erupsi.

🔗 Baca juga: Pertamina Patra Niaga Jaga Kesinambungan Suplai LPG Nusantara, Eksistensi STS Kalbut Sebagai Urat Nadi Energi Indonesia

Di luar zona tersebut, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar hingga sejauh 17 kilometer dari puncak. Selain itu, aktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru juga dilarang karena rawan bahaya lontaran batu pijar.

Berita Terkait

Senator Mirah Sebut Kenaikan Harga Tiket Pesawat Ancam Daya Saing Pariwisata NTB, Pemerintah Harus Intervensi Menyeluruh
Pertamina Patra Niaga Jaga Kesinambungan Suplai LPG Nusantara, Eksistensi STS Kalbut Sebagai Urat Nadi Energi Indonesia
Istri Kapolres Bima dan Seorang Polwan Positif Narkoba, Tidak Ditetapkan Tersangka
Bareskrim Tetapkan Eks Kapolres Bima Kota Tersangka Kasus Narkoba
KUHP 2026 Berlaku, Rentenir Ilegal Terancam Pidana Kurungan
Gerak Cepat, Pemkot Mataram Siapkan 600 Porsi Makanan untuk Korban Banjir Rob
Jalan Lintas Parado Retak Parah, Warga 5 Desa di Bima Terancam Terisolasi
Angin Kencang dan Hujan Lebat Landa Bima, Satu Mahasiswa Meninggal Tertimpa Pohon

Berita Terkait

Saturday, 11 April 2026 - 15:02 WITA

Senator Mirah Sebut Kenaikan Harga Tiket Pesawat Ancam Daya Saing Pariwisata NTB, Pemerintah Harus Intervensi Menyeluruh

Saturday, 11 April 2026 - 14:27 WITA

Pertamina Patra Niaga Jaga Kesinambungan Suplai LPG Nusantara, Eksistensi STS Kalbut Sebagai Urat Nadi Energi Indonesia

Saturday, 21 February 2026 - 19:13 WITA

Istri Kapolres Bima dan Seorang Polwan Positif Narkoba, Tidak Ditetapkan Tersangka

Friday, 13 February 2026 - 23:19 WITA

Bareskrim Tetapkan Eks Kapolres Bima Kota Tersangka Kasus Narkoba

Saturday, 7 February 2026 - 15:20 WITA

KUHP 2026 Berlaku, Rentenir Ilegal Terancam Pidana Kurungan

Berita Terbaru

Foto : kominfo NTB

Kesehatan

Gubernur Dorong Transformasi RSUP NTB Menuju Pelayanan Modern

Sunday, 17 May 2026 - 12:27 WITA

Kesehatan

Pemprov NTB Komitmen Dukung Keberlanjutan Program JKN

Monday, 11 May 2026 - 15:13 WITA

Mataram

Guru Berkarakter Jadi Kunci Pendidikan NTB Masa Depan

Thursday, 7 May 2026 - 15:20 WITA