528 kali dibaca
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.
Bima — Sebuah mobil tangki milik PT Pertamina yang mengangkut 24 ton bahan bakar minyak (BBM) dilaporkan terbakar hebat setelah mengalami rem blong dan terjun ke jurang di Desa Sari, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, pada Sabtu malam (13/12/2025). Peristiwa nahas ini menyebabkan satu orang meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka-luka.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bima, A Rifai, membenarkan terjadinya kecelakaan tersebut. Ia menyebutkan, insiden terjadi sekitar pukul 19.35 WITA di ruas jalan lintas Sape–Bima.
“Mobil tangki Pertamina tersebut membawa total 24 ton BBM, yang terdiri dari 16 ton Bio Solar dan 8 ton Pertalite,” ujar A Rifai saat dikonfirmasi pada Sabtu malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
A Rifai menjelaskan, kendaraan tersebut tengah melaju dari Kota Bima menuju SPBU Bugis Sape. Namun saat melewati jalan menurun dengan tikungan tajam di Dusun Jo Rato, Desa Sari, truk diduga mengalami kegagalan sistem pengereman.
🔗 Baca juga: PC IPNU-IPPNU Kota Bima Gelar MAKESTA, Perkuat Kaderisasi Pelajar NU di Pulau Sumbawa
“Akibat rem blong, mobil tidak terkendali, menabrak tebing, lalu jatuh ke area jembatan desa dan langsung terbakar karena membawa muatan BBM,” jelasnya.
Dalam kejadian tersebut, sopir truk bernama Sahril (40), warga Wadu Mbolo, Rasanae Barat, Kota Bima, meninggal dunia saat dalam perjalanan evakuasi dari Puskesmas Kecamatan Wawo menuju RSUD Bima. Sementara itu, kernet mobil bernama Bima (25), yang juga berasal dari Wadu Mbolo, mengalami luka-luka.
Saat kecelakaan terjadi, kernet diketahui meloncat keluar dari kendaraan, sedangkan sopir terjebak di dalam kabinmobil tangki.
Proses pemadaman api berlangsung cukup lama dan penuh kendala. Api yang berasal dari Bio Solar dan Pertalite tidak mudah dipadamkan hanya dengan air. Petugas Damkarmat dari Kecamatan Sape, Lambu, serta unit tangki air dari Wawo dikerahkan ke lokasi kejadian. Secara keseluruhan, dua unit mobil pemadam kebakaran dan dua unit mobil tangki air diturunkan.
“Pemadaman baru berhasil dilakukan secara maksimal setelah mobil pick-up milik PT Pertamina tiba membawa bahan pemadam khusus Amonium Sulfat,” terang A Rifai.
🔗 Baca juga: Muscab PPP Kab, Bima: Muh. Erwin Tegaskan Peluang Rebut Panggung Politik Daerah
Api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya dan lokasi dinyatakan aman pada pukul 00.55 WITA, Minggu dini hari. Akibat peristiwa tersebut, arus lalu lintas di jalur Sape–Bima sempat lumpuh total dari kedua arah hingga proses pendinginan selesai.
Kerugian materil akibat kecelakaan ini ditaksir mencapai Rp 2,18 miliar, termasuk satu unit mobil tangki Pertamina beserta seluruh muatannya. Saat ini, kasus kecelakaan tersebut telah diserahkan kepada pihak Kepolisian untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.




























