453 kali dibaca
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.
IMPERIUM NTB Kecam Keras Berita Praya Post: Tudingan ‘Serangan Sistematis’ dan Diksi Bernuansa SARA Dinilai Melecehkan Warga Bima-Dompu
MATARAM – Organisasi masyarakat sipil IMPERIUM NTB merilis bantahan keras terhadap pemberitaan di Praya Post yang mengutip pernyataan Lalu Tony, Ketua Laskar Sasak Lombok Tengah. Pemberitaan tersebut dituding berisi klaim manipulatif mengenai adanya “serangan bertubi-tubi yang terstruktur dan sistematis untuk menjatuhkan Gubernur NTB” dan secara spesifik mendiskreditkan masyarakat Bima dan Dompu.
Ketua IMPERIUM NTB, Ramdhan, menilai pernyataan dalam berita Praya Post tersebut tidak berdasar dan cenderung mengandung unsur Suku, Agama, dan Ras (SARA) serta rasisme.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pernyataan itu sangat merendahkan identitas masyarakat Bima-Dompu. Menggunakan isu SARA dan rasisme untuk membungkam kritik adalah tindakan tidak bermoral dan tidak dapat ditolerir,” tegas Ramdhan.
Kritik Bima-Dompu Dituding ‘Tidak Substansial’
🔗 Baca juga: Komdigi Batasi Medsos Usia 16 Tahun, NTB Dukung Perlindungan Anak
Menurut IMPERIUM NTB, narasi yang dimuat Praya Post secara implisit mengatribusi niat buruk kepada kelompok masyarakat berdasarkan identitas kedaerahan, seolah-olah kritik dari wilayah timur NTB hanyalah gerakan liar dan bermotif politik, bukan kritik substansial atas pembangunan.
Ramdhan menekankan bahwa diksi tersebut berbahaya, melecehkan martabat warga Bima-Dompu, dan berpotensi memicu ketegangan horizontal di NTB.
Ketimpangan Pembangunan Jadi Akar Masalah
Lebih lanjut, IMPERIUM NTB justru melihat kemunculan narasi ini sebagai penguatan persepsi publik atas ketidakadilan yang dialami Bima dan Dompu. Ramdhan menunjuk pada minimnya alokasi anggaran pembangunan infrastruktur, terutama jalan strategis menuju wilayah timur, sebagai bukti nyata ketimpangan dan pengabaian yang dirasakan masyarakat Bima-Dompu selama ini.
IMPERIUM NTB menegaskan bahwa kritik yang dilayangkan masyarakat timur NTB murni didasarkan pada fakta ketimpangan pembangunan, dan bukan untuk menjatuhkan figur politik.
Tuntutan Minta Maaf dan Teguran untuk Simpatisan Gubernur
IMPERIUM NTB menuntut pihak yang membuat dan menyebarkan pernyataan provokatif itu untuk segera meminta maaf secara terbuka dan mencabut seluruh isi berita.
“Jika tidak, kami akan melaporkannya secara resmi ke Polda NTB,” ancam Ramdhan.
🔗 Baca juga: PC IPNU-IPPNU Kota Bima Gelar MAKESTA, Perkuat Kaderisasi Pelajar NU di Pulau Sumbawa
Ramdhan juga secara khusus meminta Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal untuk mengambil tindakan tegas jika pihak penyebar narasi diskriminatif tersebut benar adalah simpatisannya.
“Jika mereka adalah simpatisan gubernur, maka Gubernur NTB wajib menertibkan, menegur, dan memberikan arahan agar tidak ada lagi penyebaran narasi provokatif dan diskriminatif yang mencederai masyarakat Bima-Dompu. Jangan biarkan nama gubernur dijadikan tameng untuk menyerang warga kami,” tutupnya.
Rilis ini menjadi penegasan resmi bahwa masyarakat Bima-Dompu menolak keras segala bentuk diskriminasi, rasisme, dan provokasi yang mengatasnamakan kepentingan politik tertentu.




























