BREAKING NEWS: Keluarga Kifen Desak Ritual Mubahalah, Klaim Jadi Korban Skenario dalam Kasus Hilangnya Sang Anak Pulau Sangiang

Sunday, 11 January 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

644 kali dibaca

⚠️ PERINGATAN ⚠️
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.

Bima- Kasus hilangnya pemuda bernama Kifen di Pulau Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, memasuki babak baru yang penuh ketegangan. Setelah berhari-hari pencarian belum membuahkan hasil, pihak keluarga akhirnya angkat bicara dan mengeklaim bahwa mereka adalah korban dari sebuah skenario besar.

Melalui unggahan di media sosial yang viral, perwakilan keluarga atas nama akun Furkan Sadam, menyatakan secara tegas bahwa hilangnya Kifen dan keterlibatan ayahnya dalam peristiwa tersebut sarat dengan kejanggalan yang mengarah pada dugaan rekayasa pihak tertentu.

Dalam pernyataannya, keluarga meyakini bahwa penyelidikan pihak kepolisian akan segera mengungkap adanya peran aktor di balik layar yang merancang peristiwa ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

🔗 Baca juga: Gubernur Iqbal: Bawa Syiar Al-Qur’an, Jaga Marwah NTB

“Mulai terungkap, bahwa Keluarga Kifen adalah Korban skenario. Bisa jadi penyelidikan dan penyidikan akan mengarah ke soal skenario. Sebab, itu adalah salah satu cara untuk membongkar peristiwa hilangnya Kifen,” tulis akun Furkan Sadam dalam unggahannya.

Keluarga merasa bahwa opini publik yang berkembang saat ini telah menyudutkan mereka, bahkan muncul tuduhan bahwa anggota keluarga ikut terlibat dalam hilangnya Kifen secara sengaja.

Merasa martabatnya diinjak-injak oleh tudingan warga dan netizen, pihak keluarga Kifen menantang dilakukan Mubahalah (sumpah kutukan secara Islam). Mereka meminta Pemerintah Desa (Pemdes) Sangiang dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk segera memfasilitasi ritual tersebut secara terbuka.

“Tolong Pemdes dan BPD bantu niat baik keluarga Kifen untuk membela diri dan membersihkan nama baik, harkat dan martabatnya sebagai masyarakat desa Sangiang yang didzolimi,” tulisnya lebih lanjut.

Keluarga meminta agar ritual tersebut dihadiri oleh:Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama Seluruh masyarakat Desa Sangiang.Pihak Kecamatan, Polsek, dan media massa.

🔗 Baca juga: Putri Victoria di Gili Meno: Menjaga Laut, Merawat Harapan Ekonomi Biru

Hingga berita ini diturunkan, situasi di Desa Sangiang masih dalam pengawasan ketat aparat keamanan untuk mencegah terjadinya konflik horizontal. Permintaan mubahalah dari keluarga ini dipandang sebagai upaya terakhir untuk membuktikan ketidakbersalahan mereka di mata hukum adat dan agama, di tengah buntu dan misteriusnya keberadaan Kifen secara fisik.

Pihak Kepolisian polres Bima Kota sendiri terus melakukan pendalaman terhadap saksi-saksi kunci. Polisi menghimbau masyarakat agar tidak terprovokasi oleh isu-isu yang belum terbukti kebenarannya secara hukum formal.

Berita Terkait

Gubernur Iqbal: Bawa Syiar Al-Qur’an, Jaga Marwah NTB
Putri Victoria di Gili Meno: Menjaga Laut, Merawat Harapan Ekonomi Biru
Putri Victoria Kagumi Karya Perajin Perempuan NTB di Bale Kita
Putri Mahkota Victoria Tiba di Lombok, Disambut Tenun Sasak dan Minuman Rempah
Demi Bebas Banjir, PMII Bima Dukung Penuh Percepatan Pembangunan Kolam Retensi Amahami
Inflasi Naik, Ekonomi NTB Tetap Tangguh: Wahyudin Paparkan Data, Khalik: Alarm Harus Dijawab
Dukung Pengendalian Banjir dan Ruang Publik, Ketua PC PMII Bima Apresiasi Desain Kolam Retensi BBWS Pada Proyek NUFRep
Rapim Pemprov NTB: Gubernur Miq Iqbal Benahi Mesin Pemerintahan NTB

Berita Terkait

Thursday, 10 September 2026 - 12:24 WITA

Gubernur Iqbal: Bawa Syiar Al-Qur’an, Jaga Marwah NTB

Sunday, 6 September 2026 - 13:51 WITA

Putri Victoria di Gili Meno: Menjaga Laut, Merawat Harapan Ekonomi Biru

Saturday, 5 September 2026 - 17:51 WITA

Putri Victoria Kagumi Karya Perajin Perempuan NTB di Bale Kita

Saturday, 5 September 2026 - 16:21 WITA

Putri Mahkota Victoria Tiba di Lombok, Disambut Tenun Sasak dan Minuman Rempah

Saturday, 5 September 2026 - 11:11 WITA

Demi Bebas Banjir, PMII Bima Dukung Penuh Percepatan Pembangunan Kolam Retensi Amahami

Berita Terbaru

Daerah

Gubernur Iqbal: Bawa Syiar Al-Qur’an, Jaga Marwah NTB

Thursday, 10 Sep 2026 - 12:24 WITA