357 kali dibaca
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.
KOTA BIMA – Sebuah video singkat berdurasi 25 detik yang diunggah oleh akun Facebook Pesona Bima Dompu mendadak viral dan menjadi perbincangan hangat warganet. Video tersebut memperlihatkan menu ikan teri dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMKN 3 Kota Bima yang menuai protes dari para siswa.
Hingga Kamis (22/1/2026) siang, video dengan takarir (caption) “Menu MBG di SMKN 3 Kota Bima” tersebut telah ditonton sebanyak 220 ribu kali, mendapatkan 2.300 respons emosi, 700 komentar, dan telah dibagikan lebih dari 400 kali.
Dalam rekaman video tersebut, terdengar suara seorang siswa yang menyampaikan kekecewaannya menggunakan bahasa lokal Bima.”Ba loam paha kaim uta keramba namire (Kok dikasih makan ikan teri kami ini),” ujar siswa tersebut dengan nada kecewa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Identitas sekolah dikonfirmasi oleh akun Pesona Bimaku yang meyakini lokasi tersebut adalah SMKN 3 Kota Bima (eks SMIK) berdasarkan seragam yang dikenakan para siswa dalam video.
🔗 Baca juga: Wagub NTB: KK NTB 2026 Bangkitkan UMKM dan Ekonomi Kreatif
Komentar warganet pun terbelah. Akun Nanang Qosim bahkan menandai akun resmi Presiden RI, Prabowo Subianto, dan menyarankan agar anggaran MBG dialihkan untuk kesejahteraan guru atau beasiswa jika kualitas makanan tidak terjaga.
“Alangkah baiknya dana MBG alihkan ke gaji guru. Anggaran MBG
bukan angka yang kecil Pak, 1,2 triliun dalam sehari. Ini benar-benar tidak layak untuk dikatakan makanan bergizi,” tulisnya.
Senada dengan hal itu, akun Erwan menduga adanya upaya mencari keuntungan berlebih oleh pengelola dapur. “Banyak untung yang buka dapur MBG. Mending bubarin saja ganti pakai uang tunai,” tandasnya.
Meski banyak yang menghujat, sebagian warganet memberikan sudut pandang berbeda mengenai nilai gizi ikan teri. Akun Bidons Tuta berpendapat bahwa ikan teri sebenarnya adalah sumber protein dan kalsium yang tinggi.
Ikan teri kering adalah makanan padat nutrisi… Mungkin karena kita orang Bima sudah terbiasa makan Uta Karamba, jadi dianggap bukan makanan sehat. Padahal ikan teri protein anak-anak,” jelasnya di kolom komentar.
🔗 Baca juga: Gubernur Dorong Transformasi RSUP NTB Menuju Pelayanan Modern
Namun, argumen tersebut dibalas oleh akun Liong Putra dan Aria Pratama yang menekankan bahwa masalah utamanya bukan pada jenis ikannya, melainkan kesesuaian antara anggaran besar yang dikelola pemerintah dengan menu yang disajikan kepada siswa.
Kritik tajam dari warganet rata-rata menyasar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di Kelurahan Lewirato, Kecamatan Mpunda, selaku pihak yang mengelola program MBG di wilayah tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG SMKN 3 Kota Bima masih dalam upaya konfirmasi lebih lanjut terkait standarisasi menu dan tanggapan atas keluhan siswa tersebut. (RED)




























