523 kali dibaca
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.
MATARAM — Universitas Mataram (Unram) menepis kabar soal adanya pengusiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Desa Kayangan, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara (Lotara). Pihak kampus memastikan persoalan tersebut telah diselesaikan secara baik melalui mediasi dengan kepala desa dan tokoh masyarakat setempat.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unram, Prof. Sukartono, mengatakan bahwa pihak universitas telah menurunkan tim ke lokasi untuk memastikan situasi aman dan kondusif. “Permasalahan mahasiswi KKN di Desa Kayangan sudah selesai melalui mediasi bersama kepala desa dan para warga,” ujarnya, Senin (24/7).
Isu pengusiran itu berawal dari unggahan Instagram Story salah satu mahasiswi peserta KKN yang dianggap menyinggung warga. Dalam video singkatnya, mahasiswi tersebut melontarkan candaan yang menyebut dirinya sebagai “kembang desa”, yang kemudian memicu reaksi negatif dari sebagian masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
🔗 Baca juga: Wagub NTB: KK NTB 2026 Bangkitkan UMKM dan Ekonomi Kreatif
Video itu dengan cepat menyebar di media sosial dan menuai komentar keras. Menyadari kesalahannya, mahasiswi tersebut telah menyampaikan permintaan maaf—baik secara langsung kepada warga maupun melalui media sosial.
“Perbuatan itu memang kami sayangkan. Media sosial seharusnya dimanfaatkan untuk menyosialisasikan kegiatan dan program KKN, bukan hal-hal pribadi yang bisa disalahpahami,” tegas Sukartono.
Ia menegaskan, tidak ada tindakan pengusiran dari masyarakat. Hanya beberapa warga yang sempat keberatan atas unggahan tersebut. “Yang tidak terima hanya dua sampai tiga orang saja. Mahasiswi itu pun akhirnya dipulangkan sementara atas permintaan camat, demi keamanan dan ketenangan bersama,” tambahnya.
Hingga kini, kegiatan KKN Unram di Desa Kayangan masih berjalan seperti biasa. Mahasiswa lainnya tetap beraktivitas dan melaksanakan program pemberdayaan masyarakat dengan dukungan penuh dari pemerintah desa serta warga setempat.
🔗 Baca juga: Gubernur Dorong Transformasi RSUP NTB Menuju Pelayanan Modern
Unram juga berkomitmen memperkuat pembinaan etika bermasyarakat dan penggunaan media sosial bagi mahasiswa KKN. “Kami sudah menegur mahasiswi tersebut dan akan memperketat panduan KKN, terutama terkait etika komunikasi digital agar kejadian serupa tidak terulang,” tutup Sukartono.




























