469 kali dibaca
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.
MATARAM – Isak tangis haru mewarnai prosesi pelantikan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Lapangan Bumigora, Kantor Gubernur NTB, Selasa (23/12/2025). Munahir (56), seorang tenaga kependidikan asal Dompu, mendapatkan kejutan tak terduga berupa hadiah umrah dari Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal.

Momen emosional itu terjadi di hadapan ribuan peserta pelantikan. Gubernur Iqbal secara khusus memanggil Munahir ke depan podium setelah mengetahui rekam jejak dedikasinya yang luar biasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Di antara teman-teman semua, ada yang mengabdi selama 34 tahun. Ini pengabdian luar biasa,” ujar Gubernur Iqbal di hadapan massa.
🔗 Baca juga: Wagub NTB: KK NTB 2026 Bangkitkan UMKM dan Ekonomi Kreatif
Sebagai bentuk apresiasi atas loyalitas tersebut, Gubernur mengumumkan bahwa Pemerintah Provinsi akan memberangkatkan Munahir ke Tanah Suci pada Januari 2026 mendatang.
Perjalanan karier Munahir adalah potret kesetiaan. Ia mulai mengabdi di SMKN 1 Dompu sejak tahun 1990. Memulai langkah sebagai penjaga malam sekaligus petugas kebersihan, Munahir kemudian dipercaya menjadi petugas keamanan (satpam) di sekolah yang sama hingga saat ini.

Selama 34 tahun, ia tidak pernah berpindah tempat tugas. SMKN 1 Dompu menjadi saksi bisu perjuangannya hingga akhirnya ia resmi menyandang status PPPK Paruh Waktu, tepat 1,5 tahun sebelum memasuki masa pensiun.
Di balik seragam keamanannya, Munahir adalah sosok ayah yang tangguh. Dengan penghasilan yang terbatas, ia harus menghidupi tiga orang anak, di mana dua di antaranya tengah menempuh pendidikan tinggi.
Demi mencukupi kebutuhan keluarga dan biaya kuliah anak-anaknya, Munahir kerap mencari penghasilan tambahan sebagai Kuli bangunan Tukang batu.
🔗 Baca juga: Gubernur Dorong Transformasi RSUP NTB Menuju Pelayanan Modern
Meski harus bekerja keras secara fisik, Munahir mengaku menjalani profesinya dengan hati yang lapang. “Saya kerja yang penting ada pemasukan. Ikhlas, lillahitaala,” ungkapnya lirih.
Bagi Munahir, gelar PPPK dan hadiah umrah ini adalah kado terindah di penghujung masa baktinya. Ia mengaku tidak pernah membayangkan akan mendapat perhatian sebesar ini dari orang nomor satu di NTB.
“Alhamdulillah, saya tidak menyangka. Tahun ini luar biasa. Ini kejutan besar bagi saya,” pungkasnya dengan mata berkaca-kaca.




























