288 kali dibaca
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.
Bima, NTB — Sebanyak 15 unit hunian sementara (huntara) untuk korban banjir di wilayah Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), telah rampung dibangun. Pembangunan huntara ini dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan total anggaran mencapai Rp 532,8 juta.

Pembangunan huntara tersebut ditujukan bagi warga yang terdampak banjir di Kecamatan Wera dan Ambalawi, khususnya mereka yang rumahnya terdampak parah atau hilang akibat banjir yang terjadi pada awal Februari 2025 lalu.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bima, Nurul Huda, mengatakan bahwa pemeriksaan fisik terhadap 15 unit huntara telah selesai dilakukan dan semuanya telah dinyatakan siap dihuni. Huntara yang dibangun ini kemudian diserahkan langsung kepada para korban bencana sebagai tempat tinggal sementara mereka.
ADVERTISEMENT
🔗 Baca juga: Wagub NTB: KK NTB 2026 Bangkitkan UMKM dan Ekonomi Kreatif
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rincian pembangunan huntara tersebut mencakup sembilan unit di Desa Nangawera dan dua unit di Desa Mandala di Kecamatan Wera. Selain itu, dua unit dibangun di Desa Talapiti, dan masing-masing satu unit di Desa Mawu dan Desa Kole di Kecamatan Ambalawi.
Menurut Nurul Huda, setiap unit huntara dibangun dengan tipe 36, dan biaya pembangunan per unit mencapai sekitar Rp 35,5 juta. Anggaran untuk proyek ini bersumber dari dana bantuan siap pakai (DSP) BNPB pada 2025.
🔗 Baca juga: Gubernur Dorong Transformasi RSUP NTB Menuju Pelayanan Modern
Penyerahan kunci huntara kepada warga merupakan bagian dari upaya untuk membantu para korban bencana banjir memulihkan kehidupan mereka pascabencana.




























