467 kali dibaca
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.
KOTA BIMA — Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bima yang dirancang menjadi rumah sakit tipe C dengan tiga lantai dan fasilitas modern, kini menunjukkan perkembangan signifikan. Berdasarkan laporan resmi, realisasi fisik pembangunan telah mencapai 63,93 persen.
RSUD yang dibangun di bawah Program Quick Win atau program strategis nasional Presiden Prabowo Subianto di bidang kesehatan tersebut, diharapkan menjadi pusat layanan medis unggulan di kawasan timur Indonesia, khususnya bagi masyarakat Kota Bima dan sekitarnya.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Kota Bima, Muhammad Hasyim, menyampaikan kabar tersebut usai melakukan koordinasi dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) PHTC RSUD Kota Bima pada Rabu (5 November 2025) siang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Alhamdulillah, berdasarkan laporan mingguan ke-29 sejak peletakan batu pertama oleh Menteri Kesehatan pada Mei 2025 lalu, progres pembangunan RSUD Kota Bima sudah mencapai 63,93 persen,” ujar Hasyim dengan optimistis.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pihak pelaksana, yakni PT Hutama Karya (Persero), terus bekerja keras menyelesaikan seluruh tahapan konstruksi sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Pembangunan ini ditargetkan tuntas pada Desember 2025, dengan dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp130 miliar dari pemerintah pusat.
Rumah sakit ini nantinya akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern dan lengkap, seperti ruang operasi (OK) berstandar nasional, Intensive Care Unit (ICU), Neonatal Intensive Care Unit (NICU), laboratorium diagnostik terpadu, serta peralatan radiologi digital canggih yang mampu menunjang layanan kesehatan berbasis teknologi.
🔗 Baca juga: Wagub NTB: KK NTB 2026 Bangkitkan UMKM dan Ekonomi Kreatif
Selain pembangunan gedung utama, Pemkot Bima juga tengah menyiapkan fasilitas ruang rawat inap modern yang menjadi bagian penting dari peningkatan kelas rumah sakit. Proyek ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program layanan prioritas kesehatan nasional yang mencakup Kanker, Jantung, Stroke, dan Uro-Nefrologi (KJSU), serta Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).
Menurut Hasyim, progres pembangunan ruang rawat inap RSUD Kota Bima hingga minggu kedua, yakni sejak 23 Oktober hingga 5 November 2025, telah mencapai 8,70 persen. Proyek tersebut ditargetkan selesai pada Juni 2026 mendatang.
Bangunan ruang rawat inap terdiri atas tiga lantai dengan kapasitas total 91 tempat tidur (bed). Rinciannya, lantai satu memiliki 12 kamar dengan 31 bed, lantai dua sebanyak 12 kamar dengan 30 bed, dan lantai tiga terdiri dari 10 kamar dengan 30 bed.
“Seluruh ruang rawat inap ini didesain dengan mempertimbangkan kenyamanan pasien dan efisiensi pelayanan medis. Setiap lantai akan dilengkapi dengan sistem ventilasi modern, area sirkulasi udara sehat, serta fasilitas penunjang lainnya,” ungkap Hasyim menambahkan.
Untuk mendukung pembangunan ruang rawat inap tersebut, Pemerintah Kota Bima telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp35 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU). Anggaran tersebut menjadi bentuk nyata komitmen Pemkot Bima dalam memperkuat infrastruktur kesehatan dan mewujudkan layanan prioritas KJSU di daerah.
Lebih jauh, Hasyim juga menyampaikan bahwa pembangunan RSUD Kota Bima ini bukan hanya sekadar proyek fisik, melainkan investasi jangka panjang dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat. Diharapkan, kehadiran rumah sakit berfasilitas lengkap ini mampu menekan angka rujukan pasien keluar daerah serta mempercepat penanganan medis di wilayah sendiri.
“Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Kota Bima dan sekitarnya agar pembangunan ini dapat berjalan lancar, tepat waktu, dan memberikan manfaat besar bagi pelayanan kesehatan di daerah,” ujarnya.
🔗 Baca juga: Gubernur Dorong Transformasi RSUP NTB Menuju Pelayanan Modern
Ia juga menegaskan bahwa di tengah keterbatasan fiskal yang dihadapi saat ini, Pemerintah Kota Bima di bawah kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bima tetap berkomitmen untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang unggul dan merata.
“Walaupun dengan kondisi keuangan yang terbatas, pemerintah daerah akan terus berupaya memberikan yang terbaik bagi masyarakat, khususnya dalam peningkatan mutu layanan kesehatan. Pembangunan RSUD ini menjadi bukti nyata komitmen tersebut,” pungkasnya.
Dengan progres yang terus menunjukkan peningkatan signifikan, RSUD Kota Bima diharapkan dapat segera beroperasi secara penuh dan menjadi simbol kemajuan sektor kesehatan di wilayah Nusa Tenggara Barat bagian timur.
Sumber : Kominfotik Kota Bima




























