336 kali dibaca
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.
Warga di sekitar Dusun Kerandangan, Desa Senggigi, Lombok Barat digegerkan dengan penemuan mayat pria, Kamis (11/12) sore sekitar pukul 17.00 Wita. Jenazah pria tersebut ditemukan pertama kali oleh warga asing terikat tali di sebuah pohon dekat peisisir Pantai Kerandangan III.
“Informasi yang kami terima, yang lihat pertama kali itu bule. Setelah itu baru saya dan warga ramai-ramai ke sana,” jelas Irwan, Ketua RT Dusun Kerandangan, Desa Senggigi kepada Lombok Post, Kamis (11/12).
Menurut Irwan, jasad laki-laki tersebut terikat tali. Menggunakan baju kaos merah dan celana hitam, kondisinya terlihat membungkuk sudah tak bernyawa. Warga tak ada yang berani menyentuh jasadnya menunggu pihak Polsek Batulayar tiba.
“Informasi yang kami terima identitasnya warga Tanjung Karang, Kota Mataram. Tapi lebih jelasnya bisa ditanyakan ke pihak Polsek Batulayar,” jelasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
🔗 Baca juga: Guru Berkarakter Jadi Kunci Pendidikan NTB Masa Depan
Sementara Kapolsek Batulayar Kompol I Putu Khardianto mengatakan pihaknya telah melakukan olah TKP terkait penemuan mayat tersebut. Jasad korban pun kini sudah dibawa ke RS Bhayangkara sekitar pukul 21.00 Wita
“Identitasnya atas nama Bahrul Ulum, warga Kelurahan Tanjung Karang berstatus masih mahasiswa berusia 21 tahun,” jelasnya.
Sampai saat ini, pihak kepolisian belum bisa memastikan apakah penyebab kematian adalah bunuh diri atau tidak. Jasad korban saat ini rencananya akan dilakukan otopsi di RS Bhayangkara.
Lurah Tanjung Karang Kota Mataram Gunawan membenarkan mayat yang ditemukan di Pantai Kerandangan III adalah warganya. “Betul itu warga kami. Pihak keluarga juga sudah diberitahu kalau jenazahnya sekarang di RS Bhayangkara,” terangnya.
Informasi yang didapatkan dari pihak keluarga, korban saat ini masih duduk di bangku kuliah. Pihak keluarga yang menerima jasad korban merasa ada yang janggal dari kematian korban. Sehingga mereka meminta dilakukan otopsi.
🔗 Baca juga: Komdigi Batasi Medsos Usia 16 Tahun, NTB Dukung Perlindungan Anak
“Sekarang rencananya akan diotopsi di RS Bhayangkara. Kemungkina Jumat (12/12) selepas asyar dimakamkan,” tandasnya.




























