481 kali dibaca
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.
BIMA – Pemerintah Kabupaten Bima menegaskan komitmennya untuk menuntaskan persoalan layanan dasar di wilayah terpencil. Hal ini ditegaskan oleh Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaidy, dalam kegiatan “Ngopi Bareng Selasa Menyapa Tambora” yang berlangsung di Gedung Serbaguna Desa Kawinda Nae, Selasa (23/12).
Dalam dialog terbuka tersebut, Wabup Irfan memaparkan sejumlah rencana strategis pembangunan infrastruktur, mulai dari ketersediaan air bersih hingga akses jalan dan irigasi yang akan direalisasikan dalam dua tahun ke depan.
Pemerintah Kabupaten Bima telah mengalokasikan anggaran signifikan untuk memastikan seluruh desa di Kecamatan Tambora mendapatkan akses air layak minum.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
🔗 Baca juga: Wagub NTB: KK NTB 2026 Bangkitkan UMKM dan Ekonomi Kreatif
Tahun 2025: Alokasi sebesar Rp 3,5 miliar untuk pembangunan sarana air bersih di Desa Labuan Kananga (380 sambungan rumah). Tahun 2026: Alokasi sebesar Rp 1,64 miliar untuk jaringan air bersih di Desa Oi Panihi (235 sambungan rumah).
”Insya Allah, pada 2026 nanti seluruh desa di Tambora sudah mendapatkan akses air bersih. Ini adalah bentuk kehadiran pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Wakil Bupati di hadapan tokoh masyarakat dan jajaran perangkat daerah.
Selain air bersih, sektor transportasi dan pertanian juga menjadi fokus utama. Melalui alokasi Pokok Pikiran (Pokir) tahun 2025, pembangunan jalan akan difokuskan pada:
Penanganan ruas Jalan Kawinda Toi.
Peningkatan jalan wisata menuju Air Terjun Oi Panihi di Dusun Mbolo untuk mendorong potensi ekonomi lokal.
🔗 Baca juga: Gubernur Dorong Transformasi RSUP NTB Menuju Pelayanan Modern
Terkait sektor pertanian, Wabup melaporkan bahwa program Inpres Irigasi di Sori Kananga kini telah mendekati tahap penyelesaian. Fasilitas ini diharapkan dapat langsung dimanfaatkan petani untuk meningkatkan produktivitas lahan dan mendukung ketahanan pangan daerah.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana penyampaian kebijakan, tetapi juga wadah serap aspirasi secara langsung.
Dengan adanya dialog ini, Pemerintah Kabupaten Bima berharap pembangunan yang dijalankan dapat tepat sasaran dan berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat Tambora secara menyeluruh.




























