657 kali dibaca
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.
MATARAM – Nama Supriandi, atau yang lebih dikenal luas dengan julukan King Polo, kini menjadi buah bibir di kancah sepak bola nasional hingga mancanegara. Pemuda asal Desa Apitaik, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat ini berhasil mengubah stigma pemain tarkam (antar kampung) menjadi sosok yang diperhitungkan di kancah internasional. Perjalanannya yang dimulai dari lapangan-lapangan berdebu di pelosok Lombok kini telah membawanya menginjakkan kaki di panggung elite sepak bola dunia.
Kehadiran King Polo di setiap turnamen selalu menjadi magnet bagi ribuan penonton yang ingin menyaksikan kepiawaiannya mengolah si kulit bundar. Dikenal memiliki visi bermain yang jenius dan ketenangan luar biasa di lini tengah, Polo tidak hanya sekadar bermain bola, melainkan mempertontonkan hiburan melalui kontrol bola yang lengket dan akurasi umpan yang mematikan. Julukan “Raja Tarkam” yang disematkan kepadanya bukan tanpa alasan, mengingat ia telah menaklukkan berbagai kompetisi besar di tingkat regional sebelum akhirnya memutuskan untuk mencari tantangan yang lebih tinggi di luar daerah kelahirannya.
Puncak popularitasnya di tanah air ditandai dengan keberhasilannya membawa klub Persic Cilegon meraih gelar juara di kompetisi Liga 4 musim 2024/2025. Tidak hanya membawa timnya ke podium tertinggi, Polo juga secara individu dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam turnamen tersebut, membuktikan bahwa kualitasnya jauh melampaui level amatir. Kesuksesan di Pulau Jawa ini menjadi pintu gerbang bagi karier internasionalnya, di mana ia sempat berkolaborasi dalam ajang XSeries bersama legenda dunia seperti Falcao dan Ricardinho, sebuah pencapaian yang sangat langka bagi pemain yang memulai karier dari jalur non-akademi.
ADVERTISEMENT
🔗 Baca juga: Wagub NTB: KK NTB 2026 Bangkitkan UMKM dan Ekonomi Kreatif
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kini, sayap karier King Polo semakin melebar hingga ke luar negeri. Memasuki tahun 2026, namanya santer dikabarkan menjadi bidikan utama beberapa klub profesional di Timor Leste setelah sebelumnya menunjukkan performa impresif saat bertanding di Thailand.
Meski telah meraih sukses besar dan mulai merambah kompetisi mancanegara, Supriandi tetap dikenal sebagai sosok yang rendah hati. Ia seringkali menekankan bahwa kerja keras yang ia lakukan sejak kecil di lapangan Apitaik adalah kunci utama, dan ia berharap perjalanannya dapat menjadi inspirasi bagi generasi
🔗 Baca juga: Gubernur Dorong Transformasi RSUP NTB Menuju Pelayanan Modern
muda di NTB untuk tidak pernah takut bermimpi setinggi langit dari lapangan kampung.




























