276 kali dibaca
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.
Mataram — Kondisi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Sandubaya di Kota Mataram kini berada dalam situasi mengkhawatirkan akibat lonjakan volume sampah yang jauh melampaui daya tampung. TPS yang seharusnya hanya menampung sekitar 100 ton sampah, saat ini harus menanggung tumpukan yang diperkirakan mencapai 10.000 ton, sehingga menimbulkan ancaman serius terhadap lingkungan dan kesehatan warga di sekitarnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, Nizar Denny Cahyadi, mengungkapkan bahwa TPS Sandubaya sudah berada pada kondisi kelebihan kapasitas. Ia menyebutkan, selain overload, lahan pinjaman yang digunakan untuk menampung limpahan sampah di Pade Angen juga telah diminta untuk segera dikosongkan.
“TPS Sandubaya sudah dalam kondisi penuh. Lahan pinjaman di Pade Angen pun sudah diminta untuk dibersihkan,” ujarnya pada Jumat (2/1/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
🔗 Baca juga: Guru Berkarakter Jadi Kunci Pendidikan NTB Masa Depan
Nizar menjelaskan, DLH sebenarnya telah mengoperasikan mesin insinerator sebagai salah satu solusi untuk mengurangi volume sampah. Namun, kemampuan alat tersebut masih sangat terbatas karena hanya sanggup mengolah sekitar 10 ton sampah per hari.
“Insinerator masih berfungsi, tetapi kapasitasnya memang terbatas,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa TPS Sandubaya sejatinya hanya berfungsi sebagai tempat penampungan sementara, sehingga kapasitasnya tidak dirancang untuk menampung sampah dalam jumlah besar dan jangka panjang. Namun kondisi di lapangan saat ini sudah jauh melampaui batas ideal.
“TPS itu tempat pembuangan sementara, jadi daya tampungnya memang terbatas,” katanya.
Lebih lanjut, Nizar mengakui bahwa penumpukan sampah berlebih berpotensi menimbulkan bau menyengat yang dapat menyebar ke lingkungan sekitar, serta meningkatkan risiko pencemaran air lindi jika tidak segera diatasi. Saat ini, pihaknya masih mengoptimalkan peralatan yang tersedia sembari merumuskan langkah percepatan pengangkutan sampah dan penambahan fasilitas pengolahan.
🔗 Baca juga: Komdigi Batasi Medsos Usia 16 Tahun, NTB Dukung Perlindungan Anak
Selain upaya teknis, DLH Kota Mataram juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif mengurangi timbulan sampah sejak dari sumbernya, khususnya melalui pemilahan sampah di tingkat rumah tangga. Langkah tersebut dinilai penting untuk menekan volume sampah yang masuk ke TPS Sandubaya yang saat ini telah melampaui kapasitas maksimal.
sumber : insidelombok




























