265 kali dibaca
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.
MATARAM – Anggota Komisi III DPRD Kota Mataram, Shinta Primasari, menekankan bahwa aspek kenyamanan dan keamanan merupakan faktor penentu utama bagi siswa dalam memilih menggunakan angkutan umum.
Menurutnya, kepercayaan orang tua dan siswa terhadap transportasi massal hanya bisa dibangun melalui pengelolaan sistem yang terintegrasi dengan baik.
Shinta menilai, tantangan mobilitas di Kota Mataram saat ini memerlukan solusi konkret yang membuat masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum.
Dalam keterangannya, Shinta menyoroti bahwa tanpa jaminan keamanan, sulit mengharapkan siswa untuk mau menggunakan transportasi publik secara rutin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
🔗 Baca juga: Wagub NTB: KK NTB 2026 Bangkitkan UMKM dan Ekonomi Kreatif
“Keberanian siswa menggunakan angkutan umum sangat ditentukan oleh faktor kenyamanan dan keamanan di lapangan. Pengelolaan transportasi publik yang terintegrasi menjadi kunci agar siswa dan orang tua merasa aman serta percaya menggunakan angkutan massal di Kota Mataram,” ujar Shinta.
Sebagai langkah awal, DPRD Kota Mataram mendorong pemerintah daerah untuk menjalin kerja sama dengan sejumlah sekolah, khususnya yang berada di titik-titik rawan kemacetan.
Rencana uji coba ini dipandang strategis untuk melihat efektivitas angkutan sekolah dalam mengurangi kepadatan kendaraan pada jam berangkat dan pulang sekolah.
Langkah strategis yang diusulkan meliputi:
* Kolaborasi Sekolah: Menunjuk sekolah di zona merah kemacetan sebagai proyek percontohan.
* Membangun Kepercayaan: Memberikan bukti nyata layanan yang tepat waktu dan aman bagi pelajar.
🔗 Baca juga: Gubernur Dorong Transformasi RSUP NTB Menuju Pelayanan Modern
* Solusi Kemacetan: Mengurangi volume kendaraan pribadi yang mengantar jemput siswa setiap harinya.
Shinta berharap langkah ini dapat membangun kepercayaan publik secara bertahap. Jika berhasil, peningkatan minat siswa dalam menggunakan angkutan umum akan menjadi kontribusi besar dalam mengatasi permasalahan mobilitas dan kemacetan perkotaan di Kota Mataram.




























