444 kali dibaca
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.
Kota Bima – Keinginan menghadirkan pusat perbelanjaan modern di Kota Bima ternyata bukan wacana sesaat. Pemerintah Kota Bima mengungkapkan bahwa gagasan pembangunan mal telah lama menjadi impian daerah, seiring dengan kebutuhan ruang perdagangan yang lebih tertata dan sesuai dengan perubahan pola konsumsi masyarakat.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Kota Bima, Muhammad Hasyim, menuturkan bahwa pemerintah daerah sejak lama melihat perlunya fasilitas ritel modern yang tidak hanya menjadi tempat belanja, tetapi juga etalase promosi bagi produk lokal maupun produk luar yang berkualitas.
“Sejak dulu kami memimpikan hadirnya retail modern seperti mal, yang bisa menjadi tempat memajang berbagai produk. Bukan hanya produk luar yang berkualitas, tetapi juga produk lokal yang bisa tampil dalam sistem perdagangan modern,” ujar Hasyim saat diwawancarai Suara NTB, Kamis (8/1/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
🔗 Baca juga: Wagub NTB: KK NTB 2026 Bangkitkan UMKM dan Ekonomi Kreatif
Menurutnya, salah satu alasan kuat di balik rencana tersebut adalah karakter daya beli masyarakat Kota Bima yang dinilai cukup unik dan tangguh. Meski sering berada dalam situasi ekonomi yang penuh tantangan, kemampuan konsumsi masyarakat relatif tetap terjaga.
“Dinamika daya beli masyarakat Bima ini luar biasa. Walaupun kerap menghadapi kondisi krisis, masyarakat tidak selalu terlihat kesulitan untuk menjangkau kebutuhan tertentu,” jelasnya.
Pemerintah Kota Bima memandang kehadiran mal justru berpotensi menjadi ruang kolaborasi baru bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Selama ini, banyak UMKM lokal menghadapi keterbatasan akses dan minimnya ruang promosi yang representatif. Dengan konsep yang tepat, produk lokal diharapkan tidak sekadar menjadi pelengkap, melainkan mampu bersaing sejajar dengan produk dari luar daerah.
“UMKM yang selama ini belum memiliki ruang bisa kita kolaborasikan di dalam mal. Ini bukan soal menyingkirkan produk lokal, justru sebaliknya, bagaimana produk lokal bisa diangkat agar sejajar dengan produk luar,” tegas Hasyim.
Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Bima menyatakan sikap terbuka terhadap investor yang berminat membangun pusat perbelanjaan modern di wilayah tersebut. Pemerintah daerah memastikan siap memberikan dukungan sesuai dengan regulasi dan ketentuan yang berlaku.
🔗 Baca juga: Gubernur Dorong Transformasi RSUP NTB Menuju Pelayanan Modern
Jika terealisasi, kehadiran mal di Kota Bima diharapkan tidak hanya menjadi simbol modernisasi, tetapi juga penggerak baru pertumbuhan ekonomi daerah serta wadah promosi bagi produk unggulan lokal.
sumber : suara ntb




























