365 kali dibaca
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.
NTB melaporkan bahwa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi menegaskan kondisi puncak musim hujan telah tiba di beberapa wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Curah hujan diprakirakan meningkat signifikan pada periode dasarian II Januari 2026 (10–20 Januari 2026), sehingga risiko cuaca ekstrim makin tinggi.
☔ Peningkatan Curah Hujan di Sebagian Besar Wilayah NTB
BMKG mengamati bahwa curah hujan mulai menunjukkan tren akumulasi tinggi. Dari hasil monitoring kondisi atmosfer dan pola hujan, diprediksi masyarakat akan mengalami intensitas hujan tinggi yang konsisten dalam 10 hari ke depan di beberapa kecamatan. Secara umum, ada 19 kecamatan di NTB yang masuk dalam kategori risiko waspada sampai siaga terhadap hujan ekstrem.
Wilayah yang kemungkinan besar akan terdampak antara lain:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
-
Pulau Lombok (utara dan selatan)
-
Pulau Sumbawa dan Sumbawa Barat
-
Wilayah Bima dan Dompu
🔗 Baca juga: Wagub NTB: KK NTB 2026 Bangkitkan UMKM dan Ekonomi Kreatif
BMKG memperkirakan peluang hujan dengan intensitas tinggi (lebih dari 50 mm per dasarian) mencapai 70–90% di wilayah-wilayah tersebut, terutama saat konvergensi massa udara lembap dan faktor dinamika atmosfer lainnya mendukung pembentukan awan hujan besar.
⚠️ Potensi Dampak Hidrometeorologi
Karena intensitas hujan yang tinggi ini, BMKG bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB telah mengeluarkan peringatan dini cuaca. Peringatan tersebut memberi sinyal kepada masyarakat untuk waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, antara lain:
-
Banjir bandang di dataran rendah
-
Tanah longsor di lereng perbukitan
-
Hujan lebat disertai kilat/petir yang berpotensi menciptakan arus deras di sungai kecil
-
Tinggi gelombang laut hingga lebih dari 2 meter di perairan Selat Lombok bagian selatan, Selat Alas bagian selatan, dan Samudera Hindia di selatan NTB sehingga perlu diperhatikan bagi nelayan dan aktivitas kelautan.
Peringatan tersebut juga mencatat bahwa sebagian wilayah NTB belum sepenuhnya masuk periode hujan, tetapi curah hujan yang signifikan tetap diperkirakan berlanjut, terutama di daerah pegunungan dan pesisir.
📊 Mengapa Ini Terjadi? Fakta Meteorologi di Baliknya
Menurut prakiraan BMKG pusat, fenomena yang memicu puncak musim hujan di Indonesia dan wilayah NTB antara lain:
🔗 Baca juga: Gubernur Dorong Transformasi RSUP NTB Menuju Pelayanan Modern
-
Aktivasi Monsun Asia yang membawa massa udara lembap ke wilayah Indonesia bagian tengah dan timur
-
Suhu muka laut yang relatif hangat, meningkatkan uap air di atmosfer sehingga mendukung pembentukan awan hujan tebal
-
Kombinasi fenomena global seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) dan dinamika atmosfer lain yang memperkuat potensi hujan lebat dan distribusinya di berbagai wilayah Nusantara.
Secara nasional, BMKG memperkirakan musim hujan akan mencapai puncaknya antara Desember 2025 hingga Januari 2026 secara bertahap di berbagai wilayah Indonesia, termasuk NTB, seiring pergerakan pola musim hujan dari barat ke timur.
sumber : IDN News Ntb




























