377 kali dibaca
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.
JAKARTA | OMPUNET — Harapan masyarakat terhadap pembukaan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2025 tampaknya belum bisa sepenuhnya terwujud. Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengisyaratkan bahwa peluang seleksi CPNS secara umum tahun ini sangat kecil, mengingat waktu yang tersisa di penghujung tahun sudah tidak memungkinkan untuk menjalankan seluruh tahapan seleksi.
Plt Deputi Bidang Penyelenggaraan Layanan Manajemen BKN, Aris Windiyanto, menjelaskan bahwa hingga akhir September 2025, sisa waktu pelaksanaan kegiatan nasional tinggal sekitar tiga bulan. Dengan waktu sesingkat itu, proses penerimaan CPNS kemungkinan hanya sebatas pada penetapan formasi, bukan pembukaan seleksi secara penuh.
“Saya tidak bisa menyatakan ada atau tidak karena penetapan kebijakan sepenuhnya berada di Kementerian PANRB. Tapi secara logika, dengan waktu yang hanya tersisa tiga bulan, kalaupun ada, kemungkinan hanya penetapan formasi,” ungkap Aris dalam Forum Tematik Bakohumas bertema BKN Bersama Wujudkan Asta Cita, dikutip Minggu (28/9/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Aris menjelaskan bahwa proses administratif dalam pengadaan Aparatur Sipil Negara (ASN) memerlukan waktu panjang dan melibatkan beberapa tahapan lintas instansi. Mulai dari usulan formasi hingga verifikasi, validasi, dan pengumuman resmi membutuhkan waktu sedikitnya satu hingga dua bulan.
“Proses usulan formasi biasanya memakan waktu sekitar 15 hari. Kemudian, Kementerian PANRB membutuhkan 15–20 hari untuk verifikasi dan validasi, ditambah sekitar 10 hari untuk penetapan kebutuhan formasi. Setelah itu, instansi pemerintah masih perlu waktu lima hari lagi sebelum pengumuman resmi,” jelasnya.
Dengan kalkulasi tersebut, lanjut Aris, sangat kecil kemungkinan proses seleksi CPNS umum bisa dilaksanakan dalam waktu tiga bulan terakhir tahun ini.
🔗 Baca juga: Wagub NTB: KK NTB 2026 Bangkitkan UMKM dan Ekonomi Kreatif
“Kalau kita berpikir logis, rasanya tahun 2025 tidak memungkinkan untuk ada penerimaan calon ASN secara umum,” tegasnya.
Meski peluang rekrutmen CPNS 2025 sangat kecil, BKN berharap penerimaan ASN bisa kembali digelar secara penuh pada tahun 2026. Aris menyebutkan, pengadaan ASN sebaiknya dilakukan setiap tahun atau minimal dua tahun sekali, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan jabatan, tetapi juga untuk tujuan kaderisasi kepemimpinan aparatur negara.
“Untuk 2026 kita berharap ada. Kita doakan bersama agar dapat dilaksanakan. Pengadaan ASN penting dilakukan untuk menjaga kesinambungan regenerasi dan pemenuhan kebutuhan instansi pemerintah,” ujarnya.
Aris juga menyinggung dampak dari periode moratorium penerimaan CPNS beberapa tahun lalu yang menyebabkan terjadinya kesenjangan generasi (generation gap) di birokrasi pemerintahan. Akibatnya, banyak instansi kini kekurangan kader muda yang siap menggantikan pejabat senior yang akan pensiun.
“Pernah ada masa moratorium yang cukup panjang. Ini menyebabkan banyak jabatan struktural diisi oleh ASN yang usianya sudah mendekati pensiun. Ketika mereka pensiun, belum ada kader di bawah yang siap menggantikan. Ini berpotensi mengganggu keberlangsungan organisasi,” terang Aris.
Selain itu, Aris juga menyinggung pentingnya memberikan porsi lebih besar bagi lulusan baru (fresh graduate) dalam rekrutmen ASN berikutnya. Hal ini mengingat dalam rekrutmen sebelumnya, tenaga non-ASN atau honorer masih mendominasi jumlah penerimaan, sementara banyak lulusan baru yang merasa kurang mendapat kesempatan.
“Kita harapkan pada 2026 nanti kuota untuk fresh graduate bisa diperluas. Karena regenerasi birokrasi membutuhkan talenta muda yang memiliki semangat dan inovasi,” pungkasnya.
🔗 Baca juga: Gubernur Dorong Transformasi RSUP NTB Menuju Pelayanan Modern
Hingga saat ini, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) belum secara resmi mengumumkan kebijakan rekrutmen ASN untuk tahun 2025. Meski begitu, banyak pihak berharap agar penetapan formasi tetap dilakukan tahun ini, sehingga pelaksanaan seleksi bisa langsung digelar di awal tahun 2026 tanpa penundaan panjang.
Masyarakat pun kini menantikan kejelasan formasi, terutama untuk tenaga pendidik, kesehatan, dan administrasi umum, yang selama ini menjadi bidang paling diminati.
Dengan adanya sinyal positif dari BKN, publik berharap tahun depan benar-benar menjadi momentum terbukanya peluang karier baru di sektor pemerintahan, sekaligus menjadi langkah nyata dalam mewujudkan birokrasi yang adaptif dan berdaya saing.
#Tanggal Post 29 Sep 2025




























