Bibit Siklon Tropis Baru Terpantau di Selatan NTB, Waspada Cuaca Ekstrem di Wilayah Ini

Friday, 26 December 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

388 kali dibaca

⚠️ PERINGATAN ⚠️
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi kemunculan Bibit Siklon Tropis baru yang diberi nama 96S di wilayah Samudra Hindia atau sebelah selatan Nusa Tenggara Barat (NTB). Bibit siklon tersebut berpotensi memicu cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia bagian selatan.

Dilansir dari laman resmi BMKG, saat ini Siklon Tropis Grant masih terpantau berada di Samudra Hindia barat daya Bengkulu hingga Kamis (25/12/2025) malam. Siklon tersebut bergerak ke arah barat atau menjauhi wilayah Indonesia.

Kekuatan angin maksimum Siklon Tropis Grant tercatat mencapai 75 kilometer (km) per jam dan masih berada pada kategori 1.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

BMKG memprediksi siklon ini akan meningkat menjadi kategori 2 pada Jumat (26/12/2025) malam, dengan kecepatan angin mencapai 95 km/jam.

Meski bergerak menjauhi Indonesia, Siklon Tropis Grant diperkirakan tetap memberikan dampak tidak langsung berupa peningkatan tinggi gelombang laut hingga 2,5 meter di sejumlah wilayah, antara lain perairan barat Bengkulu dan Lampung, Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Banten hingga Jawa Barat, Samudra Hindia barat Bengkulu dan Lampung, serta Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Barat.

🔗 Baca juga: Wagub NTB: KK NTB 2026 Bangkitkan UMKM dan Ekonomi Kreatif

Selain Siklon Grant, BMKG juga menginformasikan keberadaan Bibit Siklon Tropis 96S yang terbentuk pada Kamis (25/12/2025) dini hari di Samudra Hindia selatan NTB. Bibit siklon ini terpantau memiliki kecepatan angin maksimum 15 knot atau sekitar 28 kilometer per jam, dengan tekanan udara minimum 1003 hPa.

Melalui hasil pengamatan citra satelit terbaru menunjukkan adanya pertumbuhan awan konvektif di sekitar pusat sirkulasi bibit siklon, meskipun masih belum terorganisasi dengan baik dan bersifat sporadis, terutama di bagian utara pusat sistem.

“Berdasarkan prediksi BMKG, dalam 24 jam ke depan sistem ini cenderung persisten dan akan mengalami sedikit peningkatan kecepatan angin dalam 24 hingga 48 jam ke depan, ditandai dengan sirkulasi yang semakin tertutup dengan kecepatan angin maksimum mencapai 20 knot,” tulis BMKG.

BMKG memperkirakan Bibit Siklon Tropis 96S akan bergerak ke arah timur-tenggara, kemudian berbelok ke arah barat laut hingga barat dalam kurun waktu 48-72 jam ke depan. Secara umum, potensi bibit siklon ini untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24-72 jam ke depan masih berada pada kategori rendah.

BMKG memperkirakan sejumlah dampak cuaca akibat Bibit Siklon Tropis 96S, di antaranya:

Hujan sedang hingga lebat di wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

🔗 Baca juga: Gubernur Dorong Transformasi RSUP NTB Menuju Pelayanan Modern

Angin kencang di wilayah pesisir selatan Bali hingga Nusa Tenggara Timur.

Gelombang laut sedang (1,25–2,5 meter) di perairan selatan Jawa Tengah hingga Jawa Timur, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah hingga DI Yogyakarta, perairan selatan Pulau Lombok hingga Pulau Timor, serta Laut Sawu.

Gelombang laut tinggi (2,5–4 meter) di Selat Bali bagian selatan dan Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga Nusa Tenggara Timur.

BMKG mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku aktivitas pelayaran, untuk meningkatkan kewaspadaan serta terus menyimpan informasi cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan secara resmi.

Berita Terkait

Wagub NTB: KK NTB 2026 Bangkitkan UMKM dan Ekonomi Kreatif
Gubernur Dorong Transformasi RSUP NTB Menuju Pelayanan Modern
Pemprov NTB Komitmen Dukung Keberlanjutan Program JKN
Gubernur Targetkan Jalan Lenangguar–Lunyuk Tuntas Akhir Mei, Fokus Mitigasi Longsor
Guru Berkarakter Jadi Kunci Pendidikan NTB Masa Depan
Komdigi Batasi Medsos Usia 16 Tahun, NTB Dukung Perlindungan Anak
Senator Mirah Sebut Kenaikan Harga Tiket Pesawat Ancam Daya Saing Pariwisata NTB, Pemerintah Harus Intervensi Menyeluruh
Pertamina Patra Niaga Jaga Kesinambungan Suplai LPG Nusantara, Eksistensi STS Kalbut Sebagai Urat Nadi Energi Indonesia

Berita Terkait

Sunday, 17 May 2026 - 15:32 WITA

Wagub NTB: KK NTB 2026 Bangkitkan UMKM dan Ekonomi Kreatif

Sunday, 17 May 2026 - 12:27 WITA

Gubernur Dorong Transformasi RSUP NTB Menuju Pelayanan Modern

Monday, 11 May 2026 - 15:13 WITA

Pemprov NTB Komitmen Dukung Keberlanjutan Program JKN

Saturday, 9 May 2026 - 14:17 WITA

Gubernur Targetkan Jalan Lenangguar–Lunyuk Tuntas Akhir Mei, Fokus Mitigasi Longsor

Thursday, 7 May 2026 - 15:20 WITA

Guru Berkarakter Jadi Kunci Pendidikan NTB Masa Depan

Berita Terbaru

Foto : kominfo NTB

Kesehatan

Gubernur Dorong Transformasi RSUP NTB Menuju Pelayanan Modern

Sunday, 17 May 2026 - 12:27 WITA

Kesehatan

Pemprov NTB Komitmen Dukung Keberlanjutan Program JKN

Monday, 11 May 2026 - 15:13 WITA

Mataram

Guru Berkarakter Jadi Kunci Pendidikan NTB Masa Depan

Thursday, 7 May 2026 - 15:20 WITA