319 kali dibaca
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.
Hambalang, Bogor, Jawa Barat – Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Rosan Roeslani, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Indonesia, di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, pada Minggu (4/1/2026) sore. Pertemuan itu menjadi ajang laporan progres sejumlah proyek strategis yang tengah dikelola komunitas investasi negara dan pemerintah untuk memperkuat hilirisasi industri nasional.
Dalam pertemuan yang berlangsung penuh diskusi tersebut, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa Rosan menyampaikan perkembangan terbaru dari lima titik proyek hilirisasi yang direncanakan akan memasuki fase groundbreaking pada awal bulan depan. Proyek-proyek tersebut tersebar di beberapa provinsi dan ditargetkan untuk mendorong perluasan nilai tambah atas berbagai sumber daya domestik.

Total Investasi Rp100 Triliun
Menurut penjelasan Seskab, total nilai investasi kelima proyek hilirisasi tersebut diperkirakan mencapai sekitar US$6 miliar, atau setara dengan sekitar Rp100 triliun. Nilai investasi besar ini diyakini dapat menjadi salah satu pendorong utama penguatan struktur industri nasional sekaligus membuka peluang kerja yang lebih luas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
🔗 Baca juga: Wagub NTB: KK NTB 2026 Bangkitkan UMKM dan Ekonomi Kreatif
“Proyek hilirisasi ini direncanakan akan dilaksanakan di sejumlah wilayah Indonesia, dengan tujuan untuk memperkuat struktur industri nasional dan menambah nilai ekonomi dari sumber daya yang dimiliki negara,” ujar Teddy melalui akun media sosial Instagram @sekretariat.kabinet, Minggu malam.
Pembahasan Lanjutan: Waste to Energy
Selain laporan mengenai proyek hilirisasi, pertemuan itu juga membahas perkembangan proyek pengelolaan sampah menjadi energi (waste to energy). Menurut Teddy, Rosan juga meminta arahan terkait program tersebut agar implementasinya bisa memberikan dampak positif berupa pengurangan volume sampah terbuka sekaligus memaksimalkan nilai ekonominya melalui pemanfaatan energi baru.
Program waste to energy dipandang sebagai bagian penting dari strategi lingkungan dan ekonomi nasional, terutama untuk menjawab tantangan pengelolaan sampah yang selama ini menjadi permasalahan di berbagai daerah. Upaya ini diharapkan dapat berjalan paralel dengan proyek-proyek hilirisasi lainnya sebagai bagian dari sinergi antara pemerintah dan investor.
Tanggapan Pemerintah dan Harapan Ke Depan
Pertemuan antara Prabowo dan Rosan menunjukkan upaya koordinasi intens antara pemerintah dan pihak investasi dalam mempercepat pelaksanaan proyek strategis, terutama di sektor hilirisasi yang menjadi salah satu fokus kebijakan nasional. Ke depan, kedua pihak diharapkan dapat terus mengakselerasi realisasi proyek tersebut agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas, terutama bagi penciptaan lapangan kerja dan pemerataan pembangunan di berbagai wilayah.
🔗 Baca juga: Gubernur Dorong Transformasi RSUP NTB Menuju Pelayanan Modern
Media lokal serta laman resmi pemerintah menyebutkan bahwa langkah-langkah lanjutan mencakup persiapan fasilitas, pendanaan, serta dukungan kebijakan agar proyek bisa berjalan sesuai target awal yang ditetapkan.
sumber : liputan 6




























