Bapanas dan Satgas Pangan Sidak Harga Beras di Sumbawa, Temukan Pedagang Jual di Atas HET

Friday, 24 October 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Nely Hayati H - NTBsatu

Foto: Nely Hayati H - NTBsatu

579 kali dibaca

⚠️ PERINGATAN ⚠️
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.

SUMBAWA BESAR (NTBSatu) — Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Satuan Tugas (Satgas) Pangan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar inspeksi mendadak (sidak) harga beras di Pasar Tradisional Seketeng, Kabupaten Sumbawa, pada Jumat (24/10/2025).

Dalam kegiatan itu, tim gabungan menemukan sejumlah pedagang yang masih menjual beras di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Bapanas, Rinnah Syawal, mengatakan pihaknya turun langsung untuk memastikan penerapan HET dan ketentuan label kemasan sesuai aturan.
“Di lapangan, kami masih menemukan beberapa pedagang yang menjual di atas harga ketentuan. Ini tentu akan kami tindaklanjuti,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

🔗 Baca juga: Wagub NTB: KK NTB 2026 Bangkitkan UMKM dan Ekonomi Kreatif

Rinnah menegaskan, Bapanas dan Satgas Pangan akan terus mengawasi peredaran dan harga beras agar tetap stabil. Jika terjadi lonjakan harga, pemerintah akan segera melakukan intervensi pasar melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) dan memperluas distribusi beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) lewat Perum Bulog.

“Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan beras dengan harga yang wajar dan terjangkau,” tambahnya.

Sementara itu, Wadir Reskrimsus Polda NTB AKBP Wendy Andrianto menyebut pihaknya telah memberikan waktu tujuh hari kepada para pedagang untuk menyesuaikan harga sesuai ketentuan.
“Apabila masih ditemukan pelanggaran setelah tenggat waktu tersebut, kami akan memberikan sanksi tegas — mulai dari administratif hingga pencabutan izin usaha,” tegasnya.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Jamaluddin Malady, menambahkan bahwa HET beras premium ditetapkan sebesar Rp14.900 per kilogram dan beras medium Rp13.500 per kilogram. Ia juga menyoroti masih banyaknya kemasan beras tanpa label harga yang dapat dimanfaatkan untuk menaikkan harga sepihak.

“Kami menemukan kemasan beras tanpa informasi harga. Distributor dan pelaku usaha akan kami panggil untuk memastikan keterbukaan informasi di kemasan,” jelasnya.

🔗 Baca juga: Gubernur Dorong Transformasi RSUP NTB Menuju Pelayanan Modern

Dari sisi pasokan, Pimpinan Wilayah Bulog NTB, Mara Kamin Sir, memastikan pihaknya siap memperluas penyaluran beras SPHP hingga pelosok daerah.
“Kami akan menambah mitra dan memperluas jaringan distribusi agar seluruh masyarakat dapat merasakan manfaat program stabilisasi harga ini,” ujarnya.

Sumber: NTBSatu

Berita Terkait

Wagub NTB: KK NTB 2026 Bangkitkan UMKM dan Ekonomi Kreatif
Gubernur Dorong Transformasi RSUP NTB Menuju Pelayanan Modern
Pemprov NTB Komitmen Dukung Keberlanjutan Program JKN
Gubernur Targetkan Jalan Lenangguar–Lunyuk Tuntas Akhir Mei, Fokus Mitigasi Longsor
Guru Berkarakter Jadi Kunci Pendidikan NTB Masa Depan
Komdigi Batasi Medsos Usia 16 Tahun, NTB Dukung Perlindungan Anak
Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Perkuat Subsidi Tepat, Tingkatkan Layanan QR Code di Jawa Timur
Pertamina Siagakan 2.795 Kilo Liter Avtur untuk Penerbangan Haji Embarkasi Lombok

Berita Terkait

Sunday, 17 May 2026 - 15:32 WITA

Wagub NTB: KK NTB 2026 Bangkitkan UMKM dan Ekonomi Kreatif

Sunday, 17 May 2026 - 12:27 WITA

Gubernur Dorong Transformasi RSUP NTB Menuju Pelayanan Modern

Monday, 11 May 2026 - 15:13 WITA

Pemprov NTB Komitmen Dukung Keberlanjutan Program JKN

Saturday, 9 May 2026 - 14:17 WITA

Gubernur Targetkan Jalan Lenangguar–Lunyuk Tuntas Akhir Mei, Fokus Mitigasi Longsor

Thursday, 7 May 2026 - 15:20 WITA

Guru Berkarakter Jadi Kunci Pendidikan NTB Masa Depan

Berita Terbaru

Foto : kominfo NTB

Kesehatan

Gubernur Dorong Transformasi RSUP NTB Menuju Pelayanan Modern

Sunday, 17 May 2026 - 12:27 WITA

Kesehatan

Pemprov NTB Komitmen Dukung Keberlanjutan Program JKN

Monday, 11 May 2026 - 15:13 WITA

Mataram

Guru Berkarakter Jadi Kunci Pendidikan NTB Masa Depan

Thursday, 7 May 2026 - 15:20 WITA