512 kali dibaca
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.
Kota Bima – Wali Kota Bima menegaskan bahwa bencana alam memang dapat merendam rumah, lahan pertanian, serta harta benda milik masyarakat, namun tidak seharusnya melunturkan nilai-nilai kemanusiaan. Menurutnya, rasa kepedulian, solidaritas, dan empati terhadap sesama anak bangsa harus tetap terjaga, bahkan semakin kuat di tengah musibah yang melanda.
Pesan tersebut disampaikan oleh H. A. Rahman, SE dalam kegiatan Taman Ria Dae La Kosa Acoustic yang dirangkaikan dengan aksi penggalangan dana untuk korban banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh, yang digelar pada Sabtu (13/12/2025) malam.
Dalam sambutannya, Wali Kota Bima menyampaikan bahwa bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Pulau Sumatera memiliki dampak yang jauh lebih besar dan dahsyat dibandingkan banjir yang pernah melanda Kota Bima pada 26 Desember 2016 atau sekitar satu dekade lalu. Ia menjelaskan, bencana banjir di Kota Bima saat itu lebih banyak menyebabkan kerugian materi, sedangkan bencana di Sumatera telah menelan korban jiwa dalam jumlah yang sangat besar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia merinci, hampir 1.000 orang meninggal dunia, 226 orang dinyatakan hilang, sekitar 5.400 orang mengalami luka-luka, serta terjadi kerusakan serius pada infrastruktur, termasuk jalan dan fasilitas pendidikan.
🔗 Baca juga: Wagub NTB: KK NTB 2026 Bangkitkan UMKM dan Ekonomi Kreatif
“Sekarang adalah waktu yang tepat bagi kita semua untuk membantu saudara-saudara kita di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Berapapun bantuan yang kita berikan, nilainya sangat berarti bagi mereka yang sedang membutuhkan,” ujar Wali Kota.
Lebih lanjut, ia mengingatkan kembali kondisi Kota Bima saat dilanda banjir bandang pada 2016 silam. Kala itu, jaringan komunikasi terputus, pasokan listrik padam, ketersediaan air bersih terbatas, dan banyak harta benda warga yang hanyut terbawa arus banjir.
Ia menegaskan bahwa masyarakat Kota Bima dapat bangkit dari musibah tersebut berkat adanya bantuan, empati, dan kepedulian dari berbagai pihak, mulai dari daerah sekitar hingga dari luar Provinsi Nusa Tenggara Barat.
“Yang menolong kita saat itu adalah uluran tangan dan kepedulian dari saudara-saudara kita, baik dari wilayah tetangga maupun dari daerah lain di luar NTB,” tuturnya.
Atas dasar pengalaman tersebut, Wali Kota Bima mengajak seluruh jajaran Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kota Bima, serta seluruh masyarakat, untuk menunjukkan kepedulian yang sama dengan menyisihkan sebagian rezeki demi membantu warga di Pulau Sumatera yang tengah dilanda bencana.
🔗 Baca juga: Gubernur Dorong Transformasi RSUP NTB Menuju Pelayanan Modern
Sebagai bentuk komitmen pribadi, ia menyatakan bahwa dirinya bersama Wakil Wali Kota Bima akan mendonasikan seluruh pendapatan mereka pada bulan Desember untuk membantu para korban bencana di Sumatera. Hingga malam kegiatan berlangsung, dana yang berhasil dikumpulkan sementara mencapai Rp110 juta, dan jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah.
Dana hasil penggalangan tersebut nantinya akan disalurkan melalui mekanisme resmi agar dapat tepat sasaran kepada para korban yang membutuhkan.
sumber : Diskominfotik Kota Bima




























