299 kali dibaca
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.
ANGIN puting beliung menerjang Dusun Kuangwai, Desa Menceh, Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Minggu (11/1/2025) sekitar pukul 14.00 Wita. Peristiwa alam yang datang secara tiba-tiba itu menyebabkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan, mulai dari ringan hingga rusak berat.

Hembusan angin kencang disertai hujan deras menyapu permukiman warga dalam waktu singkat. Atap rumah beterbangan, dinding bangunan roboh, serta pepohonan tumbang menutup sebagian akses jalan desa. Warga yang berada di dalam rumah langsung berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri, menyusul suara gemuruh angin yang semakin menguat.
Kepala Desa Menceh, Idrus, mengatakan berdasarkan pendataan sementara yang dilakukan aparat desa bersama relawan, sekitar 60 rumah terdampak akibat puting beliung tersebut. Dari jumlah itu, sekitar 40 rumah dilaporkan rusak berat, sementara sisanya mengalami kerusakan ringan hingga sedang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
🔗 Baca juga: Wagub NTB: KK NTB 2026 Bangkitkan UMKM dan Ekonomi Kreatif
“Kerusakan paling parah terjadi pada rumah warga yang atapnya terlepas dan bangunannya tidak mampu menahan terjangan angin. Pendataan masih terus kami lakukan,” ujar Idrus.
Selain merusak rumah warga, angin puting beliung juga menyebabkan sejumlah pohon besar tumbang, baik di sekitar permukiman maupun di tepi jalan. Kondisi ini sempat menghambat aktivitas warga dan arus lalu lintas setempat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur bersama aparat desa bergerak cepat melakukan pembersihan material pohon tumbang dan puing bangunan.
Meski kerusakan material tergolong besar, Idrus memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, beberapa warga dilaporkan mengalami luka ringan akibat tertimpa puing dan terkena pecahan material bangunan. Para korban luka telah mendapatkan perawatan di Puskesmas terdekat.
Warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat terpaksa mengungsi sementara ke rumah keluarga, kerabat, atau tetangga yang dinilai lebih aman. Pemerintah desa juga menyiapkan langkah-langkah darurat untuk membantu warga terdampak, termasuk koordinasi dengan pihak kecamatan dan kabupaten guna penanganan lanjutan.
🔗 Baca juga: Gubernur Dorong Transformasi RSUP NTB Menuju Pelayanan Modern
Pihak desa mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat kondisi cuaca di wilayah Lombok Timur masih berpotensi ekstrem. Warga diminta segera mencari tempat aman apabila terjadi hujan lebat disertai angin kencang, serta melaporkan kerusakan atau kebutuhan darurat kepada aparat desa setempat.
Hingga saat ini, proses pendataan kerugian dan kebutuhan warga terdampak masih terus berlangsung sebagai dasar pengajuan bantuan dan penanganan lebih lanjut.




























