UMP NTB 2026 Resmi Naik, Gubernur Tetapkan Upah Minimum Rp2,67 Juta

Monday, 22 December 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

378 kali dibaca

⚠️ PERINGATAN ⚠️
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.

Mataram — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat secara resmi menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) NTB Tahun 2026 sebesar Rp2.673.861 atau setara Rp2,67 juta. Penetapan tersebut diumumkan oleh Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal pada Senin, 22 Desember 2025.

Foto IDN Times – Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengumumkan kenaikan UMP 2026 didampingi Apindo, KSPSI dan Plt Kepala Disnakertrans NTB Muslim, Senin (22/12/2025). (Muhammad Nasir)

Besaran UMP tahun 2026 mengalami peningkatan Rp70.930 atau sekitar 2,72 persen jika dibandingkan dengan UMP NTB 2025 yang berada di angka Rp2.602.931. Kenaikan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menyesuaikan upah minimum dengan kondisi ekonomi terkini.

Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur NTB Nomor 100.3.3.1-683 Tahun 2025, yang disusun berdasarkan regulasi terbaru, termasuk Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2025 tentang Pengupahan, serta rekomendasi Dewan Pengupahan Provinsi yang melibatkan unsur pemerintah, pengusaha, serikat pekerja, dan kalangan akademisi.

ADVERTISEMENT

🔗 Baca juga: Wagub NTB: KK NTB 2026 Bangkitkan UMKM dan Ekonomi Kreatif

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gubernur Iqbal menyampaikan bahwa penyesuaian upah minimum ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara perlindungan hak pekerja dan keberlanjutan dunia usaha, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih adil dan inklusif. Ia juga mengingatkan seluruh pelaku usaha di NTB untuk mematuhi ketentuan UMP sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Pemerintah provinsi akan terus melakukan pengawasan dan pembinaan agar pelaksanaan upah minimum berjalan sesuai ketentuan, sekaligus menjaga iklim hubungan industrial yang kondusif di NTB,” ujar Iqbal.

Dalam proses penetapannya, pemerintah mempertimbangkan sejumlah indikator penting, antara lain tingkat inflasi, pertumbuhan ekonomi daerah, serta Kebutuhan Hidup Layak (KHL), guna memastikan daya beli pekerja tetap terjaga di tengah dinamika perekonomian.

🔗 Baca juga: Gubernur Dorong Transformasi RSUP NTB Menuju Pelayanan Modern

sumber: IDN Times

Berita Terkait

Wagub NTB: KK NTB 2026 Bangkitkan UMKM dan Ekonomi Kreatif
Gubernur Dorong Transformasi RSUP NTB Menuju Pelayanan Modern
Pemprov NTB Komitmen Dukung Keberlanjutan Program JKN
Gubernur Targetkan Jalan Lenangguar–Lunyuk Tuntas Akhir Mei, Fokus Mitigasi Longsor
Guru Berkarakter Jadi Kunci Pendidikan NTB Masa Depan
Komdigi Batasi Medsos Usia 16 Tahun, NTB Dukung Perlindungan Anak
Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Perkuat Subsidi Tepat, Tingkatkan Layanan QR Code di Jawa Timur
Pertamina Siagakan 2.795 Kilo Liter Avtur untuk Penerbangan Haji Embarkasi Lombok

Berita Terkait

Sunday, 17 May 2026 - 15:32 WITA

Wagub NTB: KK NTB 2026 Bangkitkan UMKM dan Ekonomi Kreatif

Sunday, 17 May 2026 - 12:27 WITA

Gubernur Dorong Transformasi RSUP NTB Menuju Pelayanan Modern

Monday, 11 May 2026 - 15:13 WITA

Pemprov NTB Komitmen Dukung Keberlanjutan Program JKN

Saturday, 9 May 2026 - 14:17 WITA

Gubernur Targetkan Jalan Lenangguar–Lunyuk Tuntas Akhir Mei, Fokus Mitigasi Longsor

Thursday, 7 May 2026 - 15:20 WITA

Guru Berkarakter Jadi Kunci Pendidikan NTB Masa Depan

Berita Terbaru

Foto : kominfo NTB

Kesehatan

Gubernur Dorong Transformasi RSUP NTB Menuju Pelayanan Modern

Sunday, 17 May 2026 - 12:27 WITA

Kesehatan

Pemprov NTB Komitmen Dukung Keberlanjutan Program JKN

Monday, 11 May 2026 - 15:13 WITA

Mataram

Guru Berkarakter Jadi Kunci Pendidikan NTB Masa Depan

Thursday, 7 May 2026 - 15:20 WITA