40 Siswa TK di Bima Santap MBG Diduga Basi, Dua Anak Mengeluh Sakit Perut

Monday, 15 December 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

431 kali dibaca

⚠️ PERINGATAN ⚠️
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.

Bima, NTB – Sebanyak 40 siswa TK di Bima santap MBG diduga basi saat kegiatan sekolah di TK Negeri Naru, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Akibat kejadian tersebut, dua anak mengeluhkan sakit perutsetelah mengonsumsi makanan yang dibagikan pada Jumat (12/12/2025).

Peristiwa ini terungkap ketika dua siswa melapor kepada guru bahwa mereka mengalami sakit perut usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG). Mendapat laporan tersebut, Plt Kepala TK Negeri Naru, Evi Ernawati, langsung memeriksa makanan yang telah dikonsumsi para siswa.

Nasi MBG Diduga Basi dan Berbau Amis

Hasil pengecekan menunjukkan bahwa nasi dalam menu MBG diduga sudah basi dan berbau amis. Padahal, sebelumnya pihak penyedia menyebut makanan tersebut sebagai nasi goreng. Temuan ini membuat pihak sekolah khawatir terhadap keamanan pangan bagi anak usia dini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

🔗 Baca juga: Wagub NTB: KK NTB 2026 Bangkitkan UMKM dan Ekonomi Kreatif

Sekolah Hentikan Pembagian MBG

Pihak sekolah segera mengambil langkah cepat dengan menghentikan pembagian MBG, meminta siswa berhenti makan, serta membuang sisa makanan. Guru juga berkoordinasi dengan sekolah lain dan menemukan adanya keluhan serupa terkait kualitas makanan MBG.

Penyedia Akui Kesalahan

Evi kemudian mendatangi dapur penyedia MBG yang berada tidak jauh dari sekolah. Pihak penyedia mengakui bahwa nasi dibungkus saat masih panas sehingga menyebabkan makanan cepat basi. Mereka pun menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut.

Kasus ini selanjutnya dilaporkan ke Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Bima, disertai sampel nasi yang diduga basi sebagai bahan evaluasi.

Perlu Evaluasi Program MBG

Selain melapor, pihak sekolah juga memberikan masukan agar menu MBG lebih disesuaikan dengan kebutuhan anak usia dini. Menu seperti susu, buah-buahan, atau kue dinilai lebih aman jika diolah dan disajikan sesuai standar kebersihan.

🔗 Baca juga: Gubernur Dorong Transformasi RSUP NTB Menuju Pelayanan Modern

Kejadian ini menjadi perhatian karena menyangkut kesehatan anak di masa pertumbuhan. Pihak sekolah dan instansi terkait diharapkan segera melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang.

Berita Terkait

Wagub NTB: KK NTB 2026 Bangkitkan UMKM dan Ekonomi Kreatif
Gubernur Dorong Transformasi RSUP NTB Menuju Pelayanan Modern
Pemprov NTB Komitmen Dukung Keberlanjutan Program JKN
Gubernur Targetkan Jalan Lenangguar–Lunyuk Tuntas Akhir Mei, Fokus Mitigasi Longsor
Guru Berkarakter Jadi Kunci Pendidikan NTB Masa Depan
Komdigi Batasi Medsos Usia 16 Tahun, NTB Dukung Perlindungan Anak
Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Perkuat Subsidi Tepat, Tingkatkan Layanan QR Code di Jawa Timur
PC IPNU-IPPNU Kota Bima Gelar MAKESTA, Perkuat Kaderisasi Pelajar NU di Pulau Sumbawa

Berita Terkait

Sunday, 17 May 2026 - 15:32 WITA

Wagub NTB: KK NTB 2026 Bangkitkan UMKM dan Ekonomi Kreatif

Sunday, 17 May 2026 - 12:27 WITA

Gubernur Dorong Transformasi RSUP NTB Menuju Pelayanan Modern

Monday, 11 May 2026 - 15:13 WITA

Pemprov NTB Komitmen Dukung Keberlanjutan Program JKN

Saturday, 9 May 2026 - 14:17 WITA

Gubernur Targetkan Jalan Lenangguar–Lunyuk Tuntas Akhir Mei, Fokus Mitigasi Longsor

Thursday, 7 May 2026 - 15:20 WITA

Guru Berkarakter Jadi Kunci Pendidikan NTB Masa Depan

Berita Terbaru

Foto : kominfo NTB

Kesehatan

Gubernur Dorong Transformasi RSUP NTB Menuju Pelayanan Modern

Sunday, 17 May 2026 - 12:27 WITA

Kesehatan

Pemprov NTB Komitmen Dukung Keberlanjutan Program JKN

Monday, 11 May 2026 - 15:13 WITA

Mataram

Guru Berkarakter Jadi Kunci Pendidikan NTB Masa Depan

Thursday, 7 May 2026 - 15:20 WITA