428 kali dibaca
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.
Jakarta — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan permintaan maaf kepada publik terkait beredarnya data rincian bantuan beras untuk korban bencana yang sempat viral karena disebut berharga Rp 60.000 per kilogram. Isu ini ramai diperbincangkan di media sosial dan memicu sorotan publik.
Rincian bantuan yang beredar mencantumkan angka 21.874 (volume beras) dengan nilai total Rp 1,3 miliar. Data tersebut kemudian diinterpretasikan oleh warganet sehingga tampak seolah-olah harga beras dalam bantuan itu mencapai Rp 60 ribu per kilogram, di atas harga pasar umum.
Namun, Amran menegaskan bahwa terjadi kekeliruan penulisan data dalam dokumen internal yang viral tersebut. Nilai yang ditampilkan bukan bermaksud sebagai harga per kilogram, melainkan jumlah paket bantuan. Setiap paket berisi 5 kilogram beras, sehingga perhitungan Rp 60.000 itu bukan harga per kilogram, melainkan harga per paket bantuan.
ADVERTISEMENT
🔗 Baca juga: Membaca Postur APBD NTB 2027: Optimisme Fiskal di Tengah Tantangan Kemandirian Daerah
SCROLL TO RESUME CONTENT
Permintaan maaf itu disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab atas kesalahan administrasi penulisan yang kemudian menimbulkan misinterpretasi di masyarakat. Amran juga menegaskan bahwa niat pemberian bantuan untuk meringankan beban korban bencana di Sumatera tetap berjalan sesuai tujuan.
Kementerian Pertanian pun menyatakan siap menjelaskan data yang benar dan memperbaiki informasi agar publik tidak keliru dalam melihat rincian bantuan tersebut.
🔗 Baca juga: Di Momentum Usia ke-54 Gubernur Iqbal, Presiden Prabowo Titip Lima Pesan untuk NTB
sumber : CNN Indonesia





























