881 kali dibaca
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.
MATARAM – Ilham, seorang pemuda yang menjabat sebagai Koordinator Lapangan (Korlap) Forum Pemuda NTB Melawan (FPNM), menjadi sorotan utama dalam aksi demonstrasi besar-besaran di depan Markas Kepolisian Daerah (Polda) NTB, Kamis, 20 November 2025.
Dengan latar belakangnya sebagai pemuda Bima yang dikenal vokal, Ilham memimpin massa untuk menuntut agar penyidik segera memanggil dan memeriksa Gubernur NTB, Muhammad Iqbal, terkait dugaan penyelewengan Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) senilai ratusan miliar rupiah.
Orasi Ilham: Representasi Kekecewaan Publik
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
🔗 Baca juga: Wagub NTB: KK NTB 2026 Bangkitkan UMKM dan Ekonomi Kreatif
Aksi yang berlangsung tegang tersebut didasari oleh kekecewaan FPNM terhadap lambatnya proses hukum kasus BTT. Di hadapan petugas kepolisian yang berjaga, Ilham melontarkan orasi dengan nada keras, menegaskan bahwa mandeknya proses ini telah memicu kecurigaan publik yang meluas.
> 📢 “Kami datang karena keadilan belum tegak! Polda harus segera memanggil dan memeriksa Gubernur Muhammad Iqbal. Jangan biarkan kasus dugaan penyelewengan Dana BTT ini menguap tanpa ada kejelasan hukum!” tegas Ilham.
>
Sebagai pemimpin aksi, Ilham mendesak Polda NTB untuk menunjukkan profesionalisme dan keberanian dalam menangani kasus yang menyeret nama orang nomor satu di NTB.
Tudingan Paling Sensitif: Kapolda Lindungi Gubernur
Pernyataan paling berani dan sensitif datang dari Ilham saat ia secara terbuka melontarkan tudingan serius terhadap institusi kepolisian daerah, menuding adanya indikasi perlindungan yang membuat proses hukum menjadi terhambat.
> “Kami minta Kapolda bersikap profesional dan transparan. Jangan sampai ada dugaan di tengah masyarakat bahwa Kapolda melindungi Gubernur sehingga proses hukum berjalan lambat atau bahkan mandek. Jika Polda serius memberantas korupsi, buktikan dengan segera memanggil Gubernur!” tandas Ilham.
>
Menurut Ilham dan FPNM, lambatnya pemanggilan terhadap Gubernur dinilai sebagai preseden buruk bagi penegakan hukum di NTB, menegaskan bahwa tidak ada seorang pun yang kebal hukum, termasuk pejabat tinggi.
🔗 Baca juga: Gubernur Dorong Transformasi RSUP NTB Menuju Pelayanan Modern
Ancaman Eskalasi Aksi
Ilham menekankan bahwa FPNM akan terus mengawal kasus dugaan penyelewengan Dana BTT ini, yang dilaporkan mencapai Rp484 Miliar hingga Rp500 Miliar pada Tahun Anggaran 2025. Dana tersebut seharusnya diprioritaskan untuk penanganan darurat, namun diduga telah dialihkan atau diselewengkan.
Di akhir orasinya, Ilham pemuda Bima ini mengancam akan menggelar aksi dengan eskalasi yang lebih besar jika tidak ada perkembangan signifikan, terutama pemanggilan resmi terhadap Gubernur NTB, dalam waktu dekat.




























