1,115 kali dibaca
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.
BIMA – Sebuah tragedi kemanusiaan memilukan terjadi di Desa Pusu, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Seorang balita berusia dua tahun mengembuskan napas terakhirnya di dalam mobil pikap saat sedang dirujuk menuju puskesmas pada Sabtu dini hari (14/2/2026). Nyawa korban tidak tertolong setelah kendaraan yang membawanya terjebak di tengah jalan yang rusak parah dan berlumpur akibat hujan deras.
Peristiwa ini bermula ketika korban dan saudara kembarnya dilarikan oleh orang tua mereka ke Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Pusu pada Jumat sore sekitar pukul 15.00 WITA dengan keluhan keracunan. Meski tim medis Pustu telah melakukan penanganan awal, kondisi kesehatan korban dilaporkan terus menurun dan memasuki fase kritis satu jam kemudian. Sebaliknya, saudara kembar korban dilaporkan dalam kondisi yang lebih stabil dan sehat.
Bidan Pustu Desa Pusu, Rika Istiqomah, menjelaskan bahwa pihaknya segera meminta persetujuan keluarga untuk merujuk korban ke Puskesmas Monta guna mendapatkan perawatan intensif. Namun, upaya penyelamatan ini terbentur keterbatasan fasilitas karena desa tersebut tidak memiliki mobil ambulans. Tim medis akhirnya terpaksa menyewa mobil pikap milik warga dengan biaya mencapai Rp 1 juta untuk membawa pasien.
ADVERTISEMENT
🔗 Baca juga: Wagub NTB: KK NTB 2026 Bangkitkan UMKM dan Ekonomi Kreatif
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi medan yang sangat berat membuat mobil pikap baru bisa tiba di Pustu sekitar pukul 23.00 WITA. Dengan modal nekat dan bantuan tabung oksigen yang terpasang pada korban, tim nakes memulai perjalanan di tengah kondisi jalan yang hancur total. Pada musim hujan seperti saat ini, waktu tempuh yang biasanya memakan waktu tiga jam membengkak menjadi lima jam karena kendaraan harus berjuang melewati kubangan lumpur yang dalam.
Nahas, perjuangan tim medis dan keluarga harus berakhir duka. Sekitar pukul 01.30 WITA, saat posisi kendaraan masih jauh dari Puskesmas Monta dan terjebak di area jalan yang rusak parah, balita tersebut dinyatakan meninggal dunia. Karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan, tim medis memutuskan untuk membawa jenazah korban kembali ke rumah duka di Desa Pusu.
🔗 Baca juga: Gubernur Dorong Transformasi RSUP NTB Menuju Pelayanan Modern
Insiden ini kembali menyoroti buruknya infrastruktur di wilayah terpencil Kabupaten Bima. Rika mengungkapkan bahwa akses jalan di Desa Pusu sudah rusak parah sejak desa itu berdiri dan hingga kini belum mendapatkan perbaikan yang memadai. Minimnya fasilitas kesehatan pendukung seperti ambulans dan akses jalan yang layak terus menjadi ancaman nyata bagi keselamatan warga desa saat menghadapi kondisi darurat medis.




























