519 kali dibaca
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.
KOTA BIMA – Ketua DPRD Kota Bima melakukan peninjauan lapangan secara intensif di wilayah Kelurahan Santi dan Monggonao, Kota Bima, pada Selasa (20/12/2026). Kunjungan ini dilakukan guna memastikan kelancaran pembangunan drainase primer dalam proyek National Urban Flood Resilience Program (NUFReP) yang sempat terkendala persoalan lahan.
Dalam peninjauan tersebut, Ketua DPRD didampingi langsung oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) NUFReP, Keduanya berinteraksi langsung dengan warga pemilik lahan guna mencari titik temu demi kelanjutan proyek strategis penanggulangan banjir tersebut.
PPK NUFReP, Dinul Hayat, menjelaskan bahwa wilayah Santi Monggonao merupakan titik krusial bagi aliran drainase primer. Menurutnya, kepastian lahan sangat menentukan ketepatan waktu pengerjaan fisik di lapangan.
ADVERTISEMENT
🔗 Baca juga: Wagub NTB: KK NTB 2026 Bangkitkan UMKM dan Ekonomi Kreatif
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Hari ini Ketua DPRD Kota Bima turun bersama Anggota Komisi III DPRD Kota Bima untuk memastikan bahwa area pengerjaan di Kelurahan Santi dan Monggonao sudah benar-benar siap secara sosial maupun teknis. Kami bersyukur dan sangat berterimakasih kepada ketua DPRD Kota Bima karena langsung terjun langsung mau melakukan pendekatan langsung dengan pemilik lahan sehingga masalah lahan untuk drainase primer dapat kita selesaikan secara persuasif,” ujar Dinul Hayat di lokasi proyek.
Ketua DPRD Kota Bima menegaskan dukungannya terhadap kinerja PPK dan tim teknis di lapangan. Ia berharap masyarakat Kelurahan Santi dan Monggonao dapat mendukung penuh proyek ini, mengingat dampaknya yang sangat besar bagi keamanan kota dari ancaman banjir.
“Pemerintah dan DPRD hadir di sini untuk memberikan solusi. Bersama Pak Dinul selaku PPK, kita pastikan hak-hak warga diperhatikan tanpa mengabaikan kepentingan umum. Alhamdulillah, kendala lahan di titik ini sudah menemukan titik terang,” kata Ketua DPRD.
🔗 Baca juga: Gubernur Dorong Transformasi RSUP NTB Menuju Pelayanan Modern
Hingga Selasa siang, alat berat terpantau mulai bergerak di beberapa titik yang telah dinyatakan bersih (clear). Penuntasan masalah lahan di Kelurahan Santi Monggonao ini diharapkan menjadi katalisator bagi percepatan seluruh segmen proyek NUFReP di Kota Bima yang ditargetkan tuntas tepat waktu.




























