468 kali dibaca
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.
SUMBAWA BESAR – Rencana operasional tambang emas Blok Dodo-Rinti kini tengah menjadi sorotan utama di Kabupaten Sumbawa. Di tengah harapan akan bangkitnya ekonomi daerah, suara masyarakat yang menginginkan keadilan dan keterlibatan nyata semakin menguat. Investasi raksasa senilai Rp50 triliun ini tidak boleh hanya menjadi angka di atas kertas, melainkan harus dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat lokal.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, S.H., M.Si, menegaskan bahwa kehadiran tambang ini harus menjadi momentum kebangkitan kesejahteraan rakyat. Namun, ia mengingatkan agar semua pihak tidak terjebak dalam perdebatan tanpa solusi.
“Kita tidak boleh terjebak dalam perdebatan hitam-putih antara menolak atau menerima. Realitasnya, ini adalah peluang besar. PDI Perjuangan mengajak semua elemen untuk duduk bersama, berdiskusi secara terbuka mengenai bagaimana manfaat konkret tambang ini benar-benar jatuh ke tangan masyarakat Sumbawa,” tegas Abdul Rafiq dalam pernyataan resminya.
ADVERTISEMENT
🔗 Baca juga: Wagub NTB: KK NTB 2026 Bangkitkan UMKM dan Ekonomi Kreatif
SCROLL TO RESUME CONTENT
Keberpihakan pada rakyat kecil menjadi syarat mutlak dalam operasional Blok Dodo-Rinti. Dengan estimasi kebutuhan 15.000 tenaga kerja pada fase konstruksi, tuntutan agar putra-putri daerah mendapatkan prioritas utama bukan lagi sekadar harapan, melainkan keharusan.
Pemerintah Daerah didorong untuk segera melakukan pemetaan keahlian agar tenaga kerja lokal tidak tersingkir oleh tenaga kerja dari luar. Selain itu, sektor UMKM lokal harus diberikan ruang seluas-luasnya untuk terlibat dalam rantai pasok industri pertambangan ini. Jangan sampai pengusaha-pengusaha lokal hanya gigit jari sementara kebutuhan logistik tambang disuplai dari luar daerah.
Abdul Rafiq juga menyoroti kondisi keuangan daerah yang saat ini memiliki ruang fiskal terbatas. Baginya, Blok Dodo-Rinti adalah “Harapan Baru” untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang nantinya harus dikembalikan untuk pembangunan infrastruktur desa, pendidikan, dan kesehatan masyarakat bawah.
🔗 Baca juga: Gubernur Dorong Transformasi RSUP NTB Menuju Pelayanan Modern
Masyarakat kini menanti komitmen nyata dari pihak perusahaan dan pemerintah. Blok Dodo-Rinti harus menjadi bukti bahwa kekayaan alam Sumbawa adalah milik rakyat, dikelola untuk rakyat, dan membawa keberkahan bagi kemakmuran seluruh lapisan masyarakat di Tau dan Tana Samawa.




























