360 kali dibaca
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.
Hujan deras yang disertai tiupan angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Selasa (13/1/2026). Peristiwa cuaca ekstrem tersebut mengakibatkan kerusakan pada belasan rumah warga serta menyebabkan sejumlah pohon tumbang.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bima, Nurul Huda, menyampaikan bahwa berdasarkan laporan sementara, hujan dan angin kencang terjadi di tiga kecamatan, yakni Wera, Ambalawi, dan Tambora. Informasi tersebut disampaikannya kepada detikBali pada Selasa malam.
Di Kecamatan Wera, hembusan angin kencang mengakibatkan enam unit rumah warga di Desa Tawali dan satu rumah di Desa Sangiang mengalami kerusakan cukup parah, terutama pada bagian atap. Selain itu, sebuah mobil milik warga Desa Ntoke tertimpa pohon tumbang, yang juga merusak bagian garasi rumah warga di Desa Oi Tui.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
🔗 Baca juga: Wagub NTB: KK NTB 2026 Bangkitkan UMKM dan Ekonomi Kreatif
Nurul menambahkan, pohon tumbang akibat angin kencang juga terjadi di jalan raya lintas Bima–Wera, tepatnya di wilayah Desa Wora. Kejadian tersebut sempat menghambat arus lalu lintas, namun kondisi jalan kembali normal setelah petugas TNI dan Polri bersama masyarakat setempat melakukan pembersihan.

Sementara itu, di Kecamatan Ambalawi, angin kencang menyebabkan pohon tumbang di ruas jalan lintas Bima–Wera, tepatnya di Desa Mawu, yang mengakibatkan sebuah kendaraan yang sedang melintas mengalami kerusakan. Adapun di Kecamatan Tambora, angin kencang merusak masing-masing dua rumah warga di Desa Rasabou dan Desa Kawinda Nae, serta merusak atap gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Desa Labuan Kananga.
Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun korban luka akibat peristiwa tersebut. Namun, nilai kerugian material masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
BPBD Kabupaten Bima saat ini masih melakukan pendataan menyeluruh terhadap dampak kerusakan yang terjadi. Pihaknya juga mengimbau pemerintah kecamatan dan desa terdampak untuk segera menyampaikan laporan resmi agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi oleh instansi terkait.
🔗 Baca juga: Gubernur Dorong Transformasi RSUP NTB Menuju Pelayanan Modern
Nurul Huda juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan siaga terhadap potensi cuaca ekstrem. Ia meminta warga meningkatkan kehati-hatian terhadap kemungkinan terjadinya bencana susulan, seperti banjir, angin kencang, maupun tanah longsor, mengingat kondisi cuaca di wilayah NTB yang masih belum stabil.




























