Polres Lombok Tengah Tutup Tambang Emas Ilegal di Gunung Kongbawi

Tuesday, 13 January 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

301 kali dibaca

⚠️ PERINGATAN ⚠️
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.

Lombok Tengah – Kepolisian Resor Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), menghentikan dan menutup seluruh aktivitas penambangan emas ilegal yang beroperasi di kawasan Gunung Kongbawi, Desa Serage, Kecamatan Praya Barat Daya. Penutupan tersebut dilakukan menyusul terjadinya kecelakaan kerja berupa ambruknya lubang galian tambang yang mengakibatkan sejumlah penambang mengalami luka-luka.

Lokasi tambang emas ilegal di wilayah Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi NTB yang ditutup di Lombok Tengah, Selasa (13/01/2026). ANTARA/Akhyar Rosidi.

Kapolsek Praya Barat Daya Polres Lombok Tengah, Ipda Aswina, menjelaskan bahwa insiden tersebut menyebabkan tiga orang penambang mengalami cedera. Bahkan, salah satu korban dilaporkan mengalami patah kaki sehingga harus segera dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

“Penutupan ini kami lakukan setelah terjadinya kecelakaan akibat runtuhnya lubang galian tambang. Tiga orang mengalami luka, dan satu di antaranya mengalami patah kaki hingga harus dirujuk ke fasilitas kesehatan,” ujar Ipda Aswina di Lombok Tengah, Selasa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

🔗 Baca juga: Wagub NTB: KK NTB 2026 Bangkitkan UMKM dan Ekonomi Kreatif

Ia menuturkan bahwa lokasi penambangan emas ilegal tersebut berada di kawasan hutan produksi yang merupakan aset milik Pemerintah Provinsi NTB. Kondisi tanah di wilayah itu dinilai sangat labil dan memiliki tingkat risiko yang tinggi terhadap terjadinya longsor, terlebih letaknya berada di area yang berdekatan dengan jurang.

“Kami sangat menyayangkan masih adanya aktivitas penambangan ilegal di lokasi tersebut. Selain melanggar hukum, kegiatan ini juga sangat membahayakan keselamatan jiwa masyarakat karena struktur tanahnya tidak stabil dan rawan longsor,” katanya.

Setelah menerima laporan kejadian, aparat kepolisian langsung bergerak ke lokasi untuk menghentikan seluruh kegiatan penambangan. Selain itu, petugas juga membubarkan para penambang yang berada di area tersebut serta memasang garis polisi guna mencegah masyarakat kembali melakukan aktivitas penambangan secara ilegal.

“Langkah penutupan ini merupakan tindakan tegas demi keselamatan bersama. Kami telah berulang kali menyampaikan imbauan dan larangan, namun masih ada masyarakat yang nekat melakukan penambangan ilegal,” jelasnya.

Ipda Aswina menambahkan, selain berpotensi menimbulkan korban jiwa, aktivitas tambang emas ilegal juga berdampak serius terhadap kerusakan lingkungan. Di antaranya adalah meningkatnya risiko longsor, kerusakan hutan, serta potensi terjadinya banjir di wilayah sekitar.

🔗 Baca juga: Gubernur Dorong Transformasi RSUP NTB Menuju Pelayanan Modern

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, pihak kepolisian akan meningkatkan patroli dan pengawasan di kawasan Gunung Kongbawi. Ia menegaskan, apabila masih ditemukan aktivitas penambangan ilegal di lokasi tersebut, aparat tidak akan segan melakukan penindakan hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak lagi melakukan penambangan di kawasan ini. Selain melanggar hukum, aktivitas tersebut sangat berbahaya dan dapat mengancam keselamatan diri sendiri maupun orang lain,” pungkasnya.

Berita Terkait

Wagub NTB: KK NTB 2026 Bangkitkan UMKM dan Ekonomi Kreatif
Gubernur Dorong Transformasi RSUP NTB Menuju Pelayanan Modern
Pemprov NTB Komitmen Dukung Keberlanjutan Program JKN
Gubernur Targetkan Jalan Lenangguar–Lunyuk Tuntas Akhir Mei, Fokus Mitigasi Longsor
Guru Berkarakter Jadi Kunci Pendidikan NTB Masa Depan
Komdigi Batasi Medsos Usia 16 Tahun, NTB Dukung Perlindungan Anak
Pertamina Patra Niaga Resmi Tutup Satgas Ramadan dan Idul Fitri 2026, Layani Jutaan Pemudik NTB dengan Kesiapan Energi dan Berbagai Fasilitas Tambahan
Pertamina Patra Niaga Siaga Long Weekend Jelang Perayaan Paskah, Tambah 73.620 Tabung LPG 3 Kg di NTB

Berita Terkait

Sunday, 17 May 2026 - 15:32 WITA

Wagub NTB: KK NTB 2026 Bangkitkan UMKM dan Ekonomi Kreatif

Sunday, 17 May 2026 - 12:27 WITA

Gubernur Dorong Transformasi RSUP NTB Menuju Pelayanan Modern

Monday, 11 May 2026 - 15:13 WITA

Pemprov NTB Komitmen Dukung Keberlanjutan Program JKN

Saturday, 9 May 2026 - 14:17 WITA

Gubernur Targetkan Jalan Lenangguar–Lunyuk Tuntas Akhir Mei, Fokus Mitigasi Longsor

Thursday, 7 May 2026 - 15:20 WITA

Guru Berkarakter Jadi Kunci Pendidikan NTB Masa Depan

Berita Terbaru

Foto : kominfo NTB

Kesehatan

Gubernur Dorong Transformasi RSUP NTB Menuju Pelayanan Modern

Sunday, 17 May 2026 - 12:27 WITA

Kesehatan

Pemprov NTB Komitmen Dukung Keberlanjutan Program JKN

Monday, 11 May 2026 - 15:13 WITA

Mataram

Guru Berkarakter Jadi Kunci Pendidikan NTB Masa Depan

Thursday, 7 May 2026 - 15:20 WITA