Skandal Retribusi Pasar Di Bima: Setoran Rp800 Juta, Masuk PAD Hanya Rp50 Juta

Friday, 9 January 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokumen ompunet - poster Skandal Retribusi Pasar Di Bima: Setoran Rp800 Juta, Masuk PAD Hanya Rp50 Juta

Dokumen ompunet - poster Skandal Retribusi Pasar Di Bima: Setoran Rp800 Juta, Masuk PAD Hanya Rp50 Juta

659 kali dibaca

⚠️ PERINGATAN ⚠️
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.

BIMA – Tabir gelap pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Bima mulai tersingkap. Anggota DPRD Kabupaten Bima, Jasmin Malik, melontarkan pernyataan mengejutkan terkait adanya dugaan kebocoran besar-besaran pada sektor retribusi pasar di seluruh wilayah Kabupaten Bima.

Temuan ini terungkap usai Komisi 2 DPRD melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev). Jasmin mengungkapkan adanya jurang perbedaan yang sangat lebar antara dana yang dipungut dari pedagang dengan dana yang benar-benar masuk ke kas daerah.

Jasmin Malik membeberkan data yang mencengangkan. Berdasarkan hasil kroscek di lapangan, total penyetoran retribusi pasar diprediksi mencapai angka Rp800 juta. Namun tragisnya, yang tercatat sebagai penerimaan PAD hanya sebesar Rp50 juta.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

🔗 Baca juga: Wagub NTB: KK NTB 2026 Bangkitkan UMKM dan Ekonomi Kreatif

“Pantas saja PAD Kabupaten Bima jauh di bawah target. Ada selisih ratusan juta rupiah yang bocor,” ujar Jasmin Malik dengan nada geram.

Kritik pedas ini tidak hanya diarahkan kepada instansi pengelola pasar, tetapi juga kepada internal pimpinan Komisi 2 DPRD Kabupaten Bima. Jasmin meminta sang Ketua Komisi, untuk tidak menutup mata atas temuan ini.

Ia menegaskan bahwa kasus ini tidak boleh diselesaikan dengan cara “diam-diam” atau sekadar menambal kebocoran tanpa adanya transparansi dan pertanggungjawaban hukum.

“Ketua Komisi 2, buka dong! Jangan ditambal kebocoran itu dengan cara didiamkan. Benarkah (ada pembiaran)???” tegas Jasmin Malik menantang transparansi pimpinan komisi.

🔗 Baca juga: Gubernur Dorong Transformasi RSUP NTB Menuju Pelayanan Modern

Kini, bola panas berada di tangan DPRD dan Pemerintah Kabupaten Bima. Publik mulai mempertanyakan ke mana larinya sisa dana ratusan juta rupiah tersebut. Jika kebocoran ini terus dibiarkan, pembangunan di Kabupaten Bima dipastikan akan terus terhambat akibat minimnya realisasi PAD.

Hingga saat ini, masyarakat mendesak agar dilakukan audit menyeluruh terhadap seluruh pasar se-Kabupaten Bima demi menghentikan praktik yang merugikan daerah tersebut.

Berita Terkait

Wagub NTB: KK NTB 2026 Bangkitkan UMKM dan Ekonomi Kreatif
Gubernur Dorong Transformasi RSUP NTB Menuju Pelayanan Modern
Pemprov NTB Komitmen Dukung Keberlanjutan Program JKN
Gubernur Targetkan Jalan Lenangguar–Lunyuk Tuntas Akhir Mei, Fokus Mitigasi Longsor
Guru Berkarakter Jadi Kunci Pendidikan NTB Masa Depan
Komdigi Batasi Medsos Usia 16 Tahun, NTB Dukung Perlindungan Anak
Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Perkuat Subsidi Tepat, Tingkatkan Layanan QR Code di Jawa Timur
PC IPNU-IPPNU Kota Bima Gelar MAKESTA, Perkuat Kaderisasi Pelajar NU di Pulau Sumbawa

Berita Terkait

Sunday, 17 May 2026 - 15:32 WITA

Wagub NTB: KK NTB 2026 Bangkitkan UMKM dan Ekonomi Kreatif

Sunday, 17 May 2026 - 12:27 WITA

Gubernur Dorong Transformasi RSUP NTB Menuju Pelayanan Modern

Monday, 11 May 2026 - 15:13 WITA

Pemprov NTB Komitmen Dukung Keberlanjutan Program JKN

Saturday, 9 May 2026 - 14:17 WITA

Gubernur Targetkan Jalan Lenangguar–Lunyuk Tuntas Akhir Mei, Fokus Mitigasi Longsor

Thursday, 7 May 2026 - 15:20 WITA

Guru Berkarakter Jadi Kunci Pendidikan NTB Masa Depan

Berita Terbaru

Foto : kominfo NTB

Kesehatan

Gubernur Dorong Transformasi RSUP NTB Menuju Pelayanan Modern

Sunday, 17 May 2026 - 12:27 WITA

Kesehatan

Pemprov NTB Komitmen Dukung Keberlanjutan Program JKN

Monday, 11 May 2026 - 15:13 WITA

Mataram

Guru Berkarakter Jadi Kunci Pendidikan NTB Masa Depan

Thursday, 7 May 2026 - 15:20 WITA