869 kali dibaca
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.
BIMA – Kasus hilangnya Kifen (18), pemuda asal Bima yang dilaporkan hilang saat berburu di Gunung Sangeang Api sejak 14 Desember 2025, kini memasuki babak baru yang penuh teka-teki. Alih-alih murni kecelakaan saat berburu, kini berkembang spekulasi liar di kalangan warganet yang mengaitkan hilangnya Kifen dengan peristiwa baku tembak polisi di Taman Nasional (TN) Komodo.
Berikut adalah rangkuman fakta dan analisis di balik rumitnya kasus ini:
Kronologi Hilangnya Kifen di Sangeang Api
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan data yang dihimpun, Kifen dilaporkan hilang pada 14 Desember 2025 saat mencari kambing liar. Upaya pencarian telah dilakukan secara masif:
1. Pencarian Mandiri: Rekan dan warga mulai mencari sejak 15 Desember namun nihil.
2. Operasi SAR: Tim Sar sempat turun ke lokasi, namun tidak menemukan jejak sedikitpun hingga pencarian sempat dihentikan atas permintaan keluarga.
3. Operasi SAR: Tim SAR Pos Bima sempat turun ke lokasi, namun tidak menemukan jejak sedikitpun hingga pencarian sempat dihentikan atas permintaan keluarga.
4. Update Terbaru: Pada Jumat (26/12), tim Polres Bima Kota kembali ke Pulau Sangeang membawa perlengkapan lengkap, termasuk kantong jenazah. Hingga Sabtu malam, publik masih menanti laporan resmi hasil penyelidikan tersebut.
Benang Merah: Kasus Perburuan Liar di TN Komodo
🔗 Baca juga: Gugatan Prof Hamsu Kandas, PTUN Nyatakan Keputusan Rektor Unram Sah
Spekulasi warganet bukan tanpa alasan. Di waktu yang hampir bersamaan dengan hilangnya Kifen, terjadi peristiwa besar di perairan Selat Sape:
1. Waktu yang Berdekatan: Pada Minggu dini hari (14/12), tim gabungan menggagalkan aksi pemburu liar di TN Komodo.
2. Kontak Senjata: Terjadi baku tembak antara polisi dan pemburu. Polisi berhasil menangkap 3 orang (AB, AD, dan YM), namun 5 orang lainnya berhasil kabur, di mana salah satunya dilaporkan terluka.
3. Barang Bukti: Polisi menemukan senjata api rakitan, amunisi kaliber
5.56 mm, dan bangkai rusa timur.
Spekulasi Warganet dan Komentar Akademisi
Masyarakat di Bima dan Dompu menduga bahwa Kifen sebenarnya tidak hilang di Sangeang Api karena kecelakaan, melainkan merupakan salah satu pelaku yang kabur dalam insiden di Komodo. Muncul dugaan bahwa laporan “hilang di Sangeang” hanyalah skenario untuk melindungi Kifen dari jeratan hukum.
Dugaan ini semakin kuat setelah Rektor UM Bima, Dr. Ridwan, turut bersuara di media sosial. Beliau menyoroti beberapa poin krusial:
“Waktu peristiwa di Komodo bersamaan dengan hilangnya Kifen. Baju dan paras tersangka yang ditahan di peristiwa Komodo sama dengan baju dan postur dalam foto di TikTok Kifen,” tulis Dr. Ridwan dalam unggahannya.
Menanti Jawaban Polres Bima Kota
Hingga saat ini, pihak kepolisian belum memberikan pernyataan resmi mengenai apakah ada keterkaitan langsung antara Kifen dan kelompok pemburu liar di Komodo. Kehadiran tim polisi dengan kantong jenazah di Pulau Sangeang menjadi sinyal kuat bahwa ada temuan penting yang akan segera diungkap.
🔗 Baca juga: Manajemen RSUD Provinsi NTB Berikan Klarifikasi Resmi Terkait Realisasi Anggaran Gaji ASN
Apakah Kifen benar-benar korban kecelakaan di gunung, ataukah ia merupakan bagian dari sindikat pemburu liar yang mencoba menghindar dari kejaran aparat? Publik menanti transparansi dari hasil penyelidikan Polres Bima Kota.
Perbandingan Kasus
Kasus kifen Tanggal Kejadian14 Desember 2025.
Kasus TN Komodo 14 Desember 2025.
Kasus kifen laporannya terjadi di
Gunung Sangeang Api.
Kasus TN Komodo Selat Sape / TN Komodo.
Aktivitas kasus, sama-sama berburu.
Kasus Pulau sangiang dinyatakan kifen hilang, Kasus TN Komodo
3 Ditangkap, 5 Kabur (1 Luka).
TN Komodo





























