430 kali dibaca
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.
Bima, NTB – Sebanyak 40 siswa TK di Bima santap MBG diduga basi saat kegiatan sekolah di TK Negeri Naru, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Akibat kejadian tersebut, dua anak mengeluhkan sakit perutsetelah mengonsumsi makanan yang dibagikan pada Jumat (12/12/2025).
Peristiwa ini terungkap ketika dua siswa melapor kepada guru bahwa mereka mengalami sakit perut usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG). Mendapat laporan tersebut, Plt Kepala TK Negeri Naru, Evi Ernawati, langsung memeriksa makanan yang telah dikonsumsi para siswa.
Nasi MBG Diduga Basi dan Berbau Amis
Hasil pengecekan menunjukkan bahwa nasi dalam menu MBG diduga sudah basi dan berbau amis. Padahal, sebelumnya pihak penyedia menyebut makanan tersebut sebagai nasi goreng. Temuan ini membuat pihak sekolah khawatir terhadap keamanan pangan bagi anak usia dini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
🔗 Baca juga: Wagub NTB: KK NTB 2026 Bangkitkan UMKM dan Ekonomi Kreatif
Sekolah Hentikan Pembagian MBG
Pihak sekolah segera mengambil langkah cepat dengan menghentikan pembagian MBG, meminta siswa berhenti makan, serta membuang sisa makanan. Guru juga berkoordinasi dengan sekolah lain dan menemukan adanya keluhan serupa terkait kualitas makanan MBG.
Penyedia Akui Kesalahan
Evi kemudian mendatangi dapur penyedia MBG yang berada tidak jauh dari sekolah. Pihak penyedia mengakui bahwa nasi dibungkus saat masih panas sehingga menyebabkan makanan cepat basi. Mereka pun menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut.
Kasus ini selanjutnya dilaporkan ke Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Bima, disertai sampel nasi yang diduga basi sebagai bahan evaluasi.
Perlu Evaluasi Program MBG
Selain melapor, pihak sekolah juga memberikan masukan agar menu MBG lebih disesuaikan dengan kebutuhan anak usia dini. Menu seperti susu, buah-buahan, atau kue dinilai lebih aman jika diolah dan disajikan sesuai standar kebersihan.
🔗 Baca juga: Gubernur Dorong Transformasi RSUP NTB Menuju Pelayanan Modern
Kejadian ini menjadi perhatian karena menyangkut kesehatan anak di masa pertumbuhan. Pihak sekolah dan instansi terkait diharapkan segera melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang.




























